Kamis, 21 November 2013

Mewujudkan Kasih Melalui Perbuatan Nyata

Kasih merupakan suatu pengikat hubungan yang sangat erat. Hubungan yang sehat berlangsung secara timbal balik alias dua arah, bukan hanya satu arah. Kasih dalam suatu hubungan dapat dilihat dari cara kita memperlakukan orang yang kita kasihi. Namun yang menjadi masalah adalah seringkali hal tersebut hanya terhenti pada sekedar ucapan di bibir saja, kita seringkali lalai bahwa kasih juga memerlukan suatu tindakan nyata dalam bentuk perhatian dan perbuatan.

Pada 1 Yohanes 3 : 18, Rasul Yohanes berbicara tentang kasih. Ia mengajarkan kepada kita agar mengasihi dengan perbuatan, tidak hanya sekedar dengan perkataan. Kata-kata ungkapan kasih yang terlontar dari mulut kita memang penting, tetapi semua itu menjadi tidak bermakna jika tidak terwujud dalam perbuatan. Perbuatan inipun harus bergerak dalam koridor kebenaran. Artinya, kita harus menyadari bahwa kasih itu bukan bersumber dari diri kita sendiri, melainkan semuanya bersumber dari Allah, yang terlebih dahulu sudah mengasihi kita melalui penebusan Kristus diatas kayu salib sehingga memampukan kita semua untuk saling mengasihi.

Lalu bagaimana cara kita untuk menerapkan kasih itu? Caranya gampang kok, jika kita memiliki sesuatu dan melihat ada saudara kita yang kekurangan, maka kita harus segera membantunya. Tidak cukup kita hanya berkata-kata pada seseorang tanpa benar-benar berusaha untuk mencari tahu keadaan atau masalah yang sedang ia hadapi. Atau bisa saja secara sadar kita mengetahui ada teman yangsedang menghadapi masalah, namun kita hanya diam dan berpangku tangan walaupun sebenarnya kita bisa membantunya. Sebuah perhatian kecil bisa lebih berharga daripada tidak sama sekali.

1 komentar:

  1. Shalom bapak, ibu dan saudara/i yang dikasihi oleh Tuhan. Apakah ada diantara bapak, ibu maupun saudara/i yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael dan V'ahavta? Kalimat pernyataan keesaan YHWH ( Adonai/ Hashem ) dan perintah untuk mengasihiNya yang dapat kita temukan dalam Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 5 yang juga pernah dikutip oleh Yeshua/ ישוע/ Yesus di dalam Injil khususnya dalam Markus 12 : 29 - 31( juga di Matius 22 : 37 - 39 dan Lukas 10 : 27 ), sementara perintah untuk mengasihi sesama manusia dapat kita temukan dalam Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18. Mari kita pelajari cara membacanya satu-persatu seperti yang akan dijabarkan di bawah ini :

    Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 5, " שְׁמַ֖ע יִשְׂרָאֵ֑ל יְהֹוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ יְהֹוָ֥ה ׀ אֶחָֽד׃. וְאָ֣הַבְתָּ֔ אֵ֖ת יְהֹוָ֣ה אֱלֹהֶ֑יךָ בְּכׇל־לְבָבְךָ֥ וּבְכׇל־נַפְשְׁךָ֖ וּבְכׇל־מְאֹדֶֽךָ׃. "

    [ Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " Shema Yisrael! YHWH [ Adonai ] Eloheinu, YHWH [ Adonai ] ekhad. V'ahavta e YHWH [ Adonai ] Eloheikha bekol levavkha uvkol nafshekha uvkol me'odekha ]

    Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18, " וְאָֽהַבְתָּ֥ לְרֵעֲךָ֖ כָּמ֑וֹךָ. "

    [ Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " V'ahavta l'reakha kamokha " ]

    Untuk artinya dapat dilihat pada Alkitab LAI.

    Diucapkan juga kalimat berkat seperti ini setelah diucapkannya Shema

    " . בָּרוּךְ שֵׁם כְּבוֹד מַלְכוּתוֹ לְעוֹלָם וָעֶד. "
    ( Barukh Shem kevod malkuto, le'olam va'ed, artinya Diberkatilah Nama yang mulia, KerajaanNya untuk selamanya )
    🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜✍🏼🕯️❤️🤴🏻👑🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🕍✝️🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🦁🦅🐂🐏🐑🐎🦌🐪🕊️🐍₪🇮🇱

    BalasHapus