Rabu, 27 November 2013

Beberapa Sebab Mengapa Ada Doa Yang Tidak Dijawab Tuhan (Part 1)

Dalam bagian Alkitab yang dikenal sebagai "Khotbah di Bukit", Tuhan Yesus banyak memberikan pengajaran tentang doa sebagaimana dicatat dalam Matius 7 : 7 - 8, "Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan".

Berdasarkan ayat ini, maka banyak sekali doa yang dipanjatkan orang beriman ke Sorga. Hasilnya, kita bisa melihat betapa dasyatnya Tuhan menjawab doa-doa tersebut sehingga apa yang tadinya kelihatan seperti sesuatu yang mustahil ternyata dapat menjadi kenyataan. Akan tetapi, kita juga harus mau menerima kenyataan bahwa ada beberapa doa-doa yang tidak mendapatkan jawaban "Ya" dari Sorga. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa doa-doa tersebut tidak mendapat jawaban? Disini kita mendapat pengajaran mengenai 7 sebab mengapa ada doa yang tidak dijawab. Mari kita lihat satu per satu dan pada bagian ini kita akan membahas 3 alasan terlebih dahulu.

Ada dosa yang belum dibereskan
Dalam Yesaya 59 : 1 - 3 dinyatakan dengan jelas bahwa Tuhan selalu siap untuk menolong dan memberkati, namun dosa menjadi sekat penghalang terbesar untuk sampainya jawaban doa. Mazmur 66 : 18 juga menegaskan - Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. Dengan demikian kita tahu bahwa syarat utama dari sebuah doa yang dikabulkan adalah semua dosa harus diakui dan dibereskan terlebih dahulu di hadapan Tuhan.

Motivasi yang salah
Motivasi dapat diibaratan sebagai fondasi dari sebuah bangunan, yang tidak kelihatan dari permukaan namun merupakan bagian terpenting dari sebuah bangunan. Fondasi yang kuat dan kokoh akan membuat bangunan mampu berdiri dengan tegak dan megah, sedangkan fondasi yang goyah akan membuat bangunan tidak akan lama berdiri dan mudah runtuh. Apabila kita memperhatikan setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia, tentu ada suatu motivasi dibalik semuanya itu, termasuk juga dalam hal berdoa. Misalnya saja sebagai contoh, ada seorang laki-laki yang sudah beristri berdoa kepada Tuhan agar diberkati supaya bisa menjadi kaya dan memiliki harta yang berlimpah, tetapi motivasinya adalah jika dia menjadi kaya maka dia hendak menikah lagi dengan calon istri yang lebih muda dan cantik. Tentu saja doa seperti ini memiliki motivasi yang salah di hadapan Tuhan.

Apabila doa dinaikkan dengan motivasi yang salah, maka doa itu akan dijawab "Tidak" oleh Tuhan. Seperti yang tercatat dalam Yakobus 4 : 3 "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu akan kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu". Jadi, syarat untuk sebuah doa yang dikabulkan adaah memiliki motivasi yang benar di hadapan Tuhan.

Hubungan suami istri yang tidak harmonis
Pada 1 Petrus 3 : 7 - "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang." Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa hubungan suami istri yang tidak harmonis bisa menyebabkan terjadinya doa yang terhalang. Sebaliknya Tuhan Yesus menegaskan apabila dua orang sehati memohon sesuatu maka permohonan itu akan dikabulkan oleh-Nya (Matius 18 : 19). Seringkali hal ini tidak diperhatikan oleh kita sebagai orang Kristen, padahal unsur keharmonisan dalam keluarga ini sangat menentukan jawaban doa dari Sorga.

Untuk empat alasan yang lain akan kita bahas pada artikel saya selanjutnya yaitu Beberapa Sebab Mengapa Ada Doa Yang Tidak Dijawab Tuhan (Part 2).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar