Pada 1 Yohanes 3 : 18, Rasul Yohanes berbicara tentang kasih. Ia mengajarkan kepada kita agar mengasihi dengan perbuatan, tidak hanya sekedar dengan perkataan. Kata-kata ungkapan kasih yang terlontar dari mulut kita memang penting, tetapi semua itu menjadi tidak bermakna jika tidak terwujud dalam perbuatan. Perbuatan inipun harus bergerak dalam koridor kebenaran. Artinya, kita harus menyadari bahwa kasih itu bukan bersumber dari diri kita sendiri, melainkan semuanya bersumber dari Allah, yang terlebih dahulu sudah mengasihi kita melalui penebusan Kristus diatas kayu salib sehingga memampukan kita semua untuk saling mengasihi.
Lalu bagaimana cara kita untuk menerapkan kasih itu? Caranya gampang kok, jika kita memiliki sesuatu dan melihat ada saudara kita yang kekurangan, maka kita harus segera membantunya. Tidak cukup kita hanya berkata-kata pada seseorang tanpa benar-benar berusaha untuk mencari tahu keadaan atau masalah yang sedang ia hadapi. Atau bisa saja secara sadar kita mengetahui ada teman yangsedang menghadapi masalah, namun kita hanya diam dan berpangku tangan walaupun sebenarnya kita bisa membantunya. Sebuah perhatian kecil bisa lebih berharga daripada tidak sama sekali.