Ini adalah bagian terakhir dari pengajaran firman Tuhan tentang rencana besar Allah untuk kota kecil Bethlehem. Pada bagian ketiga, Rencana Besar Allah untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 3), kita telah belajar bahwa Bethlehem merupakan The power of God's promotion. Sekarang kita belajar rencana Allah yang terakhir, apa itu? Yuk, kita lihat bersama-sama.
Bethlehem - The Power of The Bread of Life
Arti dari nama "Bethlehem" adalah rumah roti, sedangkan arti dari nama "Efrata" adalah berbuah lebat. Dengan kata lain, arti dari nama Bethlehem Efrata adalah rumah roti yang berlimpah-limpah (Mikha 5 : 1). Roti menggambarkan makanan yang merupakan kebutuhan pokok manusia yang sangat penting. Dalam Yohanes 6, tertulis bagaimana Yesus menyatakan kuasa-Nya dengan memberi makan lebih dari 5000 orang hanya melalui 5 ketul roti dan 2 ekor ikan. Tak lama setelahnya, Yesus bersabda : "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi." (Yohanes 6 : 35)
Dalam hidupnya manusia selalu lapar dan haus akan sesuatu, dan dunia selalu menawarkan berbagai hal untuk penawar rasa lapar dan dahaga itu. Hanya saja sayangnya, apa yang dunia tawarkan tidak bisa untuk memuaskan lapar dan dahaga manusia dalam arti yang sebenarnya. Ahli matematika Perancis, Blaise Pascal pernah berkata, "Dalam hati manusia ada satu tempat kosong yang tidak bisa diisi oleh harta benda dan kesenangan duniawi. Vacuum hati itu hanya bisa diisi dengan Roti dan Air Hidup dari Sorga yang hanya ada di dalam diri Yesus, Savior of The World. Bethlehem mengingatkan kita tentang "The power of bread of life" yang bisa membuat hati manusia menjadi tenang, teduh dan dipuaskan.
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 22 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Tampilkan postingan dengan label kisah natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah natal. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Januari 2014
Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 4)
Saya sorang yang sangat mencintai keluarga. Selalu ingin memberikan yang terbaik untuk mereka
Minggu, 29 Desember 2013
Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 3)
Melanjutkan artikel saya sebelumnya, yaitu Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 2), hari ini kita akan belajar rencana besar Allah yang lainnya untuk kota kecil Bethlehem. Rencana tersebut adalah,
Bethlehem - The Power of God's Promotion
Di bagian pertama, Bethlehem menjadi tempat persinggahan Yakub dan istrinya, sedangkan pada bagian kedua merupakan tempat dimana Rut mendapatkan breakthrough dengan menikah dengan Boaz dan menjadi cikal bakal dari Tuhan Yesus. Pada bagian ini kita juga akan mengetahui bahwa Bethlehem ternyata adalah tempat kelahiran Raja Daud, raja Israel yang paling utama. Pada waktu itu, Tuhan mengutus nabi Samuel untuk pergi ke Bethlehem dan mencari anak Isai karena Tuhan telah menetapkan bahwa salah seorang anaknya akan diurapi menjadi seorang raja di Israel.
Isai memiliki 8 orang anak laki-laki, 7 orang pertama diajukan oleh Isai ke hadapan Samuel, namun satu per satu ditolak oleh Tuhan. Samuel bertanya apakah Isai masih memiliki anak laki-laki yang lain? Dan Isai menjawab bahwa sebenarnya masih ada satu yaitu yang bungsu, tetapi Isai merasa tidak perlu memanggilnya karena usia Daud masih terlalu muda dan tidak diperhitungkan sama sekali. Namun dengan tegas nabi Samuel menyatakan bahwa anak muda tersebut haruslah dipanggil, dan ternyata benar bahwa Daud adalah orang yang dipilih Tuhan dan akhirnya menerima pengurapan khusus sebagai raja, di tengah-tengah saudaranya (1 Samuel 16 : 13).
Pengurapan inilah yang akhirnya memampukan Daud untuk maju melawan raksasa Goliat dan mengalahkannya sehingga namanya menjadi termasyhur sebagai pahlawan nasional. Dari peristiwa ini, kita bia melihat bahwa Bethlehem menunjuk pada kuasa Tuhan yang menyatakan bahwa Ia sanggup mengubah Daud yang lemah dan tidak diperhitungkan oleh orang tuanya (Mazmur 27 : 10) - menjadi seorang yang penuh wibawa dan seorang raja Israel yang paling besar.
Mazmur 75 : 7 - 8 berkata sbb, "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian (promotion) itu, tetapi Allah adalah Hakim : direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain." Disini Bethlehem mengingatkan kita tentang "The power of God's promotion".
Hari ini kita belajar satu lagi rencana besar Allah terhadap kota kecil Bethlehem, pada artikel berikutnya dan yang terakhir Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 4) kita akan belajar rencana besar lain yang disiapkan Allah Bapa untuk Bethlehem.
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 22 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Bethlehem - The Power of God's Promotion
Di bagian pertama, Bethlehem menjadi tempat persinggahan Yakub dan istrinya, sedangkan pada bagian kedua merupakan tempat dimana Rut mendapatkan breakthrough dengan menikah dengan Boaz dan menjadi cikal bakal dari Tuhan Yesus. Pada bagian ini kita juga akan mengetahui bahwa Bethlehem ternyata adalah tempat kelahiran Raja Daud, raja Israel yang paling utama. Pada waktu itu, Tuhan mengutus nabi Samuel untuk pergi ke Bethlehem dan mencari anak Isai karena Tuhan telah menetapkan bahwa salah seorang anaknya akan diurapi menjadi seorang raja di Israel.
Isai memiliki 8 orang anak laki-laki, 7 orang pertama diajukan oleh Isai ke hadapan Samuel, namun satu per satu ditolak oleh Tuhan. Samuel bertanya apakah Isai masih memiliki anak laki-laki yang lain? Dan Isai menjawab bahwa sebenarnya masih ada satu yaitu yang bungsu, tetapi Isai merasa tidak perlu memanggilnya karena usia Daud masih terlalu muda dan tidak diperhitungkan sama sekali. Namun dengan tegas nabi Samuel menyatakan bahwa anak muda tersebut haruslah dipanggil, dan ternyata benar bahwa Daud adalah orang yang dipilih Tuhan dan akhirnya menerima pengurapan khusus sebagai raja, di tengah-tengah saudaranya (1 Samuel 16 : 13).
Pengurapan inilah yang akhirnya memampukan Daud untuk maju melawan raksasa Goliat dan mengalahkannya sehingga namanya menjadi termasyhur sebagai pahlawan nasional. Dari peristiwa ini, kita bia melihat bahwa Bethlehem menunjuk pada kuasa Tuhan yang menyatakan bahwa Ia sanggup mengubah Daud yang lemah dan tidak diperhitungkan oleh orang tuanya (Mazmur 27 : 10) - menjadi seorang yang penuh wibawa dan seorang raja Israel yang paling besar.
Mazmur 75 : 7 - 8 berkata sbb, "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian (promotion) itu, tetapi Allah adalah Hakim : direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain." Disini Bethlehem mengingatkan kita tentang "The power of God's promotion".
Hari ini kita belajar satu lagi rencana besar Allah terhadap kota kecil Bethlehem, pada artikel berikutnya dan yang terakhir Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 4) kita akan belajar rencana besar lain yang disiapkan Allah Bapa untuk Bethlehem.
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 22 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Label:
bethlehem,
daud diurapi,
kisah natal,
raja daud,
rencana allah
Saya sorang yang sangat mencintai keluarga. Selalu ingin memberikan yang terbaik untuk mereka
Rabu, 25 Desember 2013
Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 2)
Melanjutkan artikel saya sebelumnya, Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 1), kita telah belajar rencana Allah yang pertama untuk kota Bethlehem, hari ini kita akan lanjut pembelajaran firman Tuhan yaitu apa lagi sih rencana besar Allah untuk kota kecil Bethlehem? Mari kita lihat bersama.
Bethlehem - The Power of God's Blessing
Jika sebelumnya kita ketahui bahwa Bethlehem menjadi tempat persinggahan Yakub dan istrinya, Rahel. Ternyata di dalam Alkitab juga disebutkan jika Bethlehem juga menjadi tempat dimana keluarga Elimelekh, dan istrinya Naomi, serta kedua anaknya yaitu Mahlon dan Kilyon tinggal. Hingga suatu saat Bethlehem mengalami musibah kelaparan yang sangat hebat hingga Elimelekh memutuskan untuk mengajak seluruh keluarganya untuk hijrah ke daerah Moab. Di daerah Moab ini mereka tinggal untuk beberapa lama hingga kedua anak mereka akhirnya menikah dengan wanita Moab yaitu Orpa dan Rut.
Awalnya mereka hidup bahagia, namun sayangnya Tuhan punya rencana lain dalam hidup mereka, Elimelek, Mahlon, dan Kilyon meninggal dunia di Moab, sehingga sekarang terdapat 3 janda dalam satu rumah, yaitu Naomi, Orpa, dan Rut. Karena beban hidup yang semakin berat, akhirnya Naomi memutuskan untuk kembali ke Bethlehem, awalnya Orpa dan Rut memutuskan untuk ikut, namun setelah Naomi memperingatkan betapa beratnya hidup mereka kelak, Orpa akhirnya mengundurkan diri dan meninggalkan Naomi, sementara Rut tetap memutuskan untuk bertahan dan ikut kemanapun Naomi pergi (Rut 1 : 16 - 17).
Naomi dan Rut akhirnya kembali ke Bethlehem dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, tak berdaya dan tanpa masa depan. Namun Tuhan mengubah keadaan yang tampak hopeless ini menjadi keadaan yang full blessing ketika akhirnya Rut bertemu dengan Boas, seorang tuan tanah di Bethlehem yang akhirnya menjadi suami Rut. Dari pernikahan mereka lahirnya seorang anak yaitu Obed, yang kemudian memiliki anak yaitu Isai, ayah dari Raja Daud, yang kita ketahui merupakan cikal bakal dari Tuhan Yesus Kristus. (Rut 4 : 17). Luar biasa sekali bukan? Bethlehem menjadi typology dari kuasa Tuhan yang mampu mengubah keadaan yang tanpa harapan (hopeless) menjadi full blessing, hari depan yang cerah dan penuh harapan.
Hari ini kita belajar satu lagi rencana besar Allah terhadap kota kecil Bethlehem, pada artikel berikutnya Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 3) kita akan belajar rencana besar lain yang disiapkan Allah Bapa untuk Bethlehem.
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 22 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Bethlehem - The Power of God's Blessing
![]() | |
| Rut tetap menemani Naomi |
Awalnya mereka hidup bahagia, namun sayangnya Tuhan punya rencana lain dalam hidup mereka, Elimelek, Mahlon, dan Kilyon meninggal dunia di Moab, sehingga sekarang terdapat 3 janda dalam satu rumah, yaitu Naomi, Orpa, dan Rut. Karena beban hidup yang semakin berat, akhirnya Naomi memutuskan untuk kembali ke Bethlehem, awalnya Orpa dan Rut memutuskan untuk ikut, namun setelah Naomi memperingatkan betapa beratnya hidup mereka kelak, Orpa akhirnya mengundurkan diri dan meninggalkan Naomi, sementara Rut tetap memutuskan untuk bertahan dan ikut kemanapun Naomi pergi (Rut 1 : 16 - 17).
![]() |
| Naomi bertemu dengan Boas |
Hari ini kita belajar satu lagi rencana besar Allah terhadap kota kecil Bethlehem, pada artikel berikutnya Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 3) kita akan belajar rencana besar lain yang disiapkan Allah Bapa untuk Bethlehem.
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 22 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Label:
kisah natal,
naomi dan rut,
natal,
rut,
rut dan boas,
ruth
Saya sorang yang sangat mencintai keluarga. Selalu ingin memberikan yang terbaik untuk mereka
Minggu, 22 Desember 2013
Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 1)
Saat ini kita mulai memasuki periode Natal. Bulan ini cukup sibuk bagi kita semua yang terlibat dalam berbagai kegiatan di Gereja. Masih berkaitan dengan artikel-artikel saya sebelumnya yang membahas tentang kelahiran Yesus, kali ini saya masih ingin menulis berbagai artikel tentang hal-hal yang terjadi seputar hari Natal. Natal sangat identik dengan peristiwa kelahiran Tuhan Yesus ke dunia pada sekitar 2000 tahun yang lalu. Peristiwa Natal juga sangat erat kaitannya dengan Bethlehem, sebuah kota kecil tempat dimana Yesus dilahirkan.
Dalam nubuatannya sekitar 700 tahun sebelum Natal, Nabi Mikha berkata, "Tetapi engkau, hai Bethlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." (Mikha 5 : 1). Dalam ayat ini sangat jelas sekali jika Nabi Mikha menyatakan bahwa Bethlehem adalah sebuah kota kecil yang kemudian menerima anugerah yang sangat besar, karena menjadi tempat kelahiran juru selamat dunia.
Bethlehem adalah sebuah kota kecil yang jaraknya hanya sekitar 10 kilometer dari Yerusalem. Pada zaman kelahiran Yesus, penduduknya sangat sedikit, tercatat hanya beberapa ratus orang saja. Namun melalui tempat yang kecil ini, ternyata Allah telah menyiapkan sebuah rencana yang besar untuk seluruh umat manusia. Apa saja rencana besar tersebut? Mari bersama-sama kita belajar tentang rencana besar Allah terhadap kota ini.
Bethlehem - The Power of God's Transformation
Nama Betlehem untuk pertama kalinya muncul dalam Alkitab yaitu pada kitab Kejadian 35 : 16 - 20. Pada saat itu dikisahkan Yakub bersama-sama dengan keluarganya sedang dalam perjalanan hingga mencapai daerah Efrata, tiba-tiba saja istri dari Yakub, yaitu Rahel, merasakah sakit dan merasa hendak bersalin. Setelah melalui perjuangan yang keras dan penderitaan yang sangat berat, akhirnya Rahel berhasil melahirkan anaknya, yang kemudian anak tersebut diberikan nama Ben-oni (son of my sorrow), yang kira-kira artinya adalah anak dari penderitaanku. Setelah melahirkan, tidak lama kemudian Rahel meninggal dunia dan dimakamkan di daerah Bethlehem. Karena merasa tidak cocok dengan nama anaknya tersebut, maka akhirnya Yakub mengubah nama Ben-oni menjadi Benyamin (son of my right hand) yang kira-kira artinya adalah anak yang menjadi kebanggaanku/kepercayaanku.
Peristiwa di Bethlehem ini suatu typology dari apa yang dialami oleh Yesus. Dalam Yesaya 53 : 1 - 3, Yesus digambarkan sebagai "a man of sorrows' karena penderitaan luar biasa yang dialami oleh Yesus dengan puncaknya adalah kematian-Nya diatas kayu salib. Namun, kita sebagai orang percaya tahu bahwa penderitaan-Nya tersebut merupakan suatu jalan untuk kemenangan yang luar biasa, dimana pada akhirnya Tuhan Yesus bangkit, naik ke sorga dan ditinggikan begitu rupa sehingga Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Son of God's right hand) - Lihat Markus 14 : 62. hal ini menunjukkan bahwa Yesus memiliki full power dan full authority sebagai Allah yang Maha Kuasa. Dengan demikian Bethlehem mengingatkan kita tentang "The power of transformation' yang Yesus lakukan untuk mengubah sorrow (kesedihan/penderitaan) menjadi suatu kemenangan yang luar biasa.
Hari ini kita belajar satu rencana besar Allah terhadap kota kecil Bethlehem, pada artikel berikutnya Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 2) kita akan belajar rencana besar lain yang disiapkan Allah Bapa untuk Bethlehem.
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 22 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Dalam nubuatannya sekitar 700 tahun sebelum Natal, Nabi Mikha berkata, "Tetapi engkau, hai Bethlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." (Mikha 5 : 1). Dalam ayat ini sangat jelas sekali jika Nabi Mikha menyatakan bahwa Bethlehem adalah sebuah kota kecil yang kemudian menerima anugerah yang sangat besar, karena menjadi tempat kelahiran juru selamat dunia.
Bethlehem adalah sebuah kota kecil yang jaraknya hanya sekitar 10 kilometer dari Yerusalem. Pada zaman kelahiran Yesus, penduduknya sangat sedikit, tercatat hanya beberapa ratus orang saja. Namun melalui tempat yang kecil ini, ternyata Allah telah menyiapkan sebuah rencana yang besar untuk seluruh umat manusia. Apa saja rencana besar tersebut? Mari bersama-sama kita belajar tentang rencana besar Allah terhadap kota ini.
Bethlehem - The Power of God's Transformation
Nama Betlehem untuk pertama kalinya muncul dalam Alkitab yaitu pada kitab Kejadian 35 : 16 - 20. Pada saat itu dikisahkan Yakub bersama-sama dengan keluarganya sedang dalam perjalanan hingga mencapai daerah Efrata, tiba-tiba saja istri dari Yakub, yaitu Rahel, merasakah sakit dan merasa hendak bersalin. Setelah melalui perjuangan yang keras dan penderitaan yang sangat berat, akhirnya Rahel berhasil melahirkan anaknya, yang kemudian anak tersebut diberikan nama Ben-oni (son of my sorrow), yang kira-kira artinya adalah anak dari penderitaanku. Setelah melahirkan, tidak lama kemudian Rahel meninggal dunia dan dimakamkan di daerah Bethlehem. Karena merasa tidak cocok dengan nama anaknya tersebut, maka akhirnya Yakub mengubah nama Ben-oni menjadi Benyamin (son of my right hand) yang kira-kira artinya adalah anak yang menjadi kebanggaanku/kepercayaanku.
Peristiwa di Bethlehem ini suatu typology dari apa yang dialami oleh Yesus. Dalam Yesaya 53 : 1 - 3, Yesus digambarkan sebagai "a man of sorrows' karena penderitaan luar biasa yang dialami oleh Yesus dengan puncaknya adalah kematian-Nya diatas kayu salib. Namun, kita sebagai orang percaya tahu bahwa penderitaan-Nya tersebut merupakan suatu jalan untuk kemenangan yang luar biasa, dimana pada akhirnya Tuhan Yesus bangkit, naik ke sorga dan ditinggikan begitu rupa sehingga Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Son of God's right hand) - Lihat Markus 14 : 62. hal ini menunjukkan bahwa Yesus memiliki full power dan full authority sebagai Allah yang Maha Kuasa. Dengan demikian Bethlehem mengingatkan kita tentang "The power of transformation' yang Yesus lakukan untuk mengubah sorrow (kesedihan/penderitaan) menjadi suatu kemenangan yang luar biasa.
Hari ini kita belajar satu rencana besar Allah terhadap kota kecil Bethlehem, pada artikel berikutnya Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 2) kita akan belajar rencana besar lain yang disiapkan Allah Bapa untuk Bethlehem.
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 22 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Kamis, 19 Desember 2013
Apa Tujuan Yesus Datang ke Dunia (Part 3)
Hallo sobat, gimana kabar kalian hari ini? Hari ini, saya ingin melanjutkan tulisan saya sebelumnya yaitu Apa Tujuan Yesus Datang ke Dunia (Part 2). Pada artikel pertama kita belajar bahwa alasan Yesus datang ke dunia adalah untuk menjadi juru selamat dunia. Pada artikel kedua kita belajar alasan berikutnya yaitu Yesus datang untuk menjadi Jalan. Pada artikel kali ini saya akan membahas alasan ketiga atau alasan terakhir mengapa Yesus mau turun ke dunia, alasan tersebut adalah
Ketiga - Tuhan Yesus Datang Untuk Memberikan Hidup Yang Kekal
Tujuan Yesus datang ke dunia, yang pertama adalah sebagai juru selamat, kemudian Yesus menyelamatkan dengan cara menjadi jalan penghubung bagi bumi dan sorga, dan hasil akhir dari karya-Nya sebagai juru selamat adalah Memberikan Hidup yang Kekal. Kehidupan kekal tanpa kematian adalah impian setiap manusia sepanjang masa. Berbagai macam cara digunakan oleh manusia agar menjadi awet muda dan bahkan hidup kekal, mulai dari cara-cara simple dengan perawatan kecantikan maupun hingga cara-cara negatif dengan bantuan kuasa-kuasa kegelapan. Namun hidup kekal yang menjadi dambaan banyak manusia ini berada sepenuhnya di tangan Yesus. Dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru, terdapat empat kata yang digunakan untuk menggambarkan "hidup" :
Dalam Yohanes 3 : 16, ayat inti pada hari Natal, memberikan satu syarat mutlak untuk bisa menerima hidup yang kekal yaitu Percaya saja. Hal ini sangat simple dan sederhana, banyak orang tidak bisa menerimanya begitu saja, sehingga membuat banyak orang berusaha sekuat tenaga berbuat amal ini dan amal itu agar bisa selamat dan memperoleh hidup yang kekal. Di dalam Injil Yohanes 3 : 16 terdapat kata "Barangsiapa percaya ia beroleh hidup yang kekal", perkataan ini mengandung tiga pengertian, yaitu
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 15 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Ketiga - Tuhan Yesus Datang Untuk Memberikan Hidup Yang Kekal
Tujuan Yesus datang ke dunia, yang pertama adalah sebagai juru selamat, kemudian Yesus menyelamatkan dengan cara menjadi jalan penghubung bagi bumi dan sorga, dan hasil akhir dari karya-Nya sebagai juru selamat adalah Memberikan Hidup yang Kekal. Kehidupan kekal tanpa kematian adalah impian setiap manusia sepanjang masa. Berbagai macam cara digunakan oleh manusia agar menjadi awet muda dan bahkan hidup kekal, mulai dari cara-cara simple dengan perawatan kecantikan maupun hingga cara-cara negatif dengan bantuan kuasa-kuasa kegelapan. Namun hidup kekal yang menjadi dambaan banyak manusia ini berada sepenuhnya di tangan Yesus. Dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru, terdapat empat kata yang digunakan untuk menggambarkan "hidup" :
- Bios - Gerak, manusia yang masih hidup pasti ada pergerakan pada dirinya
- Psuche - Nafas, manusia yang hidup pasti ada nafas di dalamnya
- Anastrophe - Tingkah Laku, manusia yang hidup pasti memiliki tingkah laku
- Zoe aionios - Hidup yang kekal, The God's kind of life
Dalam Yohanes 3 : 16, ayat inti pada hari Natal, memberikan satu syarat mutlak untuk bisa menerima hidup yang kekal yaitu Percaya saja. Hal ini sangat simple dan sederhana, banyak orang tidak bisa menerimanya begitu saja, sehingga membuat banyak orang berusaha sekuat tenaga berbuat amal ini dan amal itu agar bisa selamat dan memperoleh hidup yang kekal. Di dalam Injil Yohanes 3 : 16 terdapat kata "Barangsiapa percaya ia beroleh hidup yang kekal", perkataan ini mengandung tiga pengertian, yaitu
- Bukan percaya sebagai pengetahuan akal budi, tetapi percaya yang keluar dari hati yang disertai dengan penyerahan diri
- Percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat yang menanggung semua dosa-dosa kita di kayu salib
- Percaya akan anugerah (kasih karunia) atau CHARIS (kita yang sebenarnya tidak layak untuk masuk ke dalam sorga, namun diijinkan untuk masuk sorga hanya karena kasih karunia dari Yesus saja
- Hidup yang kekal mengandung aspek waktu; waktu yang tanpa batas akhir, bahkan semilyar tahun pun belum selesai, seratus trilyun tahun juga baru dimula.
- Hidup yang kekal mengandung aspek kualitas. Yesus menyebutnya dengan istilah Abundant Life (hidup yang berkelimpahan), yang menunjuk pada peningkatan kualitas hidup secara extrim sehingga tidak ada lagi tempat untuk hal-hal negatif, seperti air mata, ratapan, sakit-penyakit dan maut (Wahyu 21 : 4). Yang ada hanyalah sukacita yang berlimpah-limpah.
- Hidup yang kekal mengandung aspek persekutuan. Tidak ada perpisahan dengan Allah selama-lamanya. Dalam Wahyu 21 : 3 dijelaskan bahwa kita akan memiliki kedekatan dengan Allah yang berlangsung sampai selamanya tanpa ada sedetikpun perpisahan.
- Hidup kekal mengandung aspek warisan yang luar biasa. Sebagai anak-anak Allah, semua orang yang percaya kepada-Nya berhak untuk menikmati apa yang menjadi milik Bapa selama-lamanya.
Saya sorang yang sangat mencintai keluarga. Selalu ingin memberikan yang terbaik untuk mereka
Rabu, 18 Desember 2013
Apa Tujuan Yesus Datang ke Dunia (Part 2)
Hallo sobat, melanjutkan tulisan saya sebelumnya yaitu Apa Tujuan Yesus Datang ke Dunia (Part 1), yang mana kita telah membahas tujuan Tuhan Yesus datang ke dunia - bagian yang pertama, sekarang pada artikel ini saya ingin membahas alasan yang kedua. Apa itu? yuk kita lihat bersama-sama.
Kedua - Tuhan Yesus Datang Untuk Menjadi Jalan
Pada bagian ini, tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk menjadi "jalan" atau penghubung antara manusia dengan Bapa di Sorga. Hal ini bisa kita lihat dalam Injil Yohanes 16 : 6, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".
Lalu akan muncul pertanyaan : Bagaimana caranya dan apakah Yesus bisa menjadi penghubung bagi bumi dan Sorga? Bukankah pada zamannya Yesus hidup juga sudah sangat banyak orang bijak dan tokoh yang memberikan pelbagai pengajaran tentang keselamatan? Apakah Yesus hanya salah satu dari sekian banyak jalan yang ditawarkan kepada umat manusia? Untuk menjawabnya, saya ajak sobat semua untuk merenungkan ilustrasi berikut ini :
"Suatu hari ada seorang sedang berjalan secara tidak sengaja terperosok kedalam sebuah sumur kering, berkali-kali ia berusaha untuk memanjat naik namun usahanya selalu gagal, ia berteriak-teriak minta tolong. Singkat kata, lewatlah seorang tokoh agama lalu mendengar suara orang tersebut minta tolong, lalu ia menyarankan kepada orang yang di dalam sumur untuk mengambil sekop dan menggali dinding di sekitar sumur dan dijadikan pijakan agar bisa memanjat naik. Setelah memberi nasihat tersebut, sang tokoh agama berlalu pergi, namun pertanyaannya adalah dari mana orang di dalam sumur mendapatkan sekopnya?.
Ia kembali berteriak minta tolong, kemudian seorang tokoh agama lain melintas dan akhirnya berusaha menolong, tokoh agama tersebut memberi nasihat bahwa untuk bisa naik maka ia harus melemparkan seutas tali dari dalam sumur dan dikaitkan pada sebatang pohon, lalu memanjat naik melalui tali tersebut. Setelah memberi nasihat maka tokoh agama itupun segera berlalu pergi, dan sama seperti yang pertama, dari mana ia bisa mendapatkan talinya?. Ia kembali berteriak minta tolong hingga akhirnya Yesus lewat dan berusaha untuk menolongnya. Namun berbeda dengan kedua tokoh pertama yang hanya memberi nasihat, Yesus menolong dengan cara terjun ke dalam sumur lalu mengangkat orang tersebut di atas bahunya agar ia bisa naik dari dalam sumur. Ia mengijinkan tubuhnya "diinjak-injak" oleh dosa-dosa kita demi untuk menyelamatkan kita semua. Itulah yang membedakan Yesus dibandingkan dengan tokoh agama lainnya".
Tuhan Yesus tidak hanya mengajarkan kepada kita berbagai hal untuk memperoleh keselamatan, tetapi Ia dengan sukarela mengorbankan dirinya disiksa dan disalibkan untuk mengangkut dosa seisi dunia (Yohanes 1 : 29). Untuk bisa menjadi "orang" yang bisa mengangkut seluruh dosa dunia, dibutuhkan 2 (dua) syarat mutlak, yaitu tidak memiliki dosa turunan dari Adam dan Hawa, serta tidak pernah berbuat dosa. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memenuhi kedua syarat tersebut kecuali Yesus, karena :
Ketika Yesus berada di atas kayu salib, Ia berseru "Tetelesthai" yang artinya Pertama, tujuan-Nya datang kedunia sebagai juru selamat sudah selesai; Kedua, Jalan yang menghubungkan Sorga dan bumi juga sudah selesai. Yesus bukanlah satu dari sekian banyak jalan, Ia adalah satu-satunya Jalan.
Jesus is The Only Way to Heaven
Sekian dulu, pada artikel berikutnya kita akan bahas alasan ketiga, mengapa Yesus datang ke dunia.
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 15 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Kedua - Tuhan Yesus Datang Untuk Menjadi Jalan
Pada bagian ini, tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk menjadi "jalan" atau penghubung antara manusia dengan Bapa di Sorga. Hal ini bisa kita lihat dalam Injil Yohanes 16 : 6, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".
Lalu akan muncul pertanyaan : Bagaimana caranya dan apakah Yesus bisa menjadi penghubung bagi bumi dan Sorga? Bukankah pada zamannya Yesus hidup juga sudah sangat banyak orang bijak dan tokoh yang memberikan pelbagai pengajaran tentang keselamatan? Apakah Yesus hanya salah satu dari sekian banyak jalan yang ditawarkan kepada umat manusia? Untuk menjawabnya, saya ajak sobat semua untuk merenungkan ilustrasi berikut ini :
"Suatu hari ada seorang sedang berjalan secara tidak sengaja terperosok kedalam sebuah sumur kering, berkali-kali ia berusaha untuk memanjat naik namun usahanya selalu gagal, ia berteriak-teriak minta tolong. Singkat kata, lewatlah seorang tokoh agama lalu mendengar suara orang tersebut minta tolong, lalu ia menyarankan kepada orang yang di dalam sumur untuk mengambil sekop dan menggali dinding di sekitar sumur dan dijadikan pijakan agar bisa memanjat naik. Setelah memberi nasihat tersebut, sang tokoh agama berlalu pergi, namun pertanyaannya adalah dari mana orang di dalam sumur mendapatkan sekopnya?.
Ia kembali berteriak minta tolong, kemudian seorang tokoh agama lain melintas dan akhirnya berusaha menolong, tokoh agama tersebut memberi nasihat bahwa untuk bisa naik maka ia harus melemparkan seutas tali dari dalam sumur dan dikaitkan pada sebatang pohon, lalu memanjat naik melalui tali tersebut. Setelah memberi nasihat maka tokoh agama itupun segera berlalu pergi, dan sama seperti yang pertama, dari mana ia bisa mendapatkan talinya?. Ia kembali berteriak minta tolong hingga akhirnya Yesus lewat dan berusaha untuk menolongnya. Namun berbeda dengan kedua tokoh pertama yang hanya memberi nasihat, Yesus menolong dengan cara terjun ke dalam sumur lalu mengangkat orang tersebut di atas bahunya agar ia bisa naik dari dalam sumur. Ia mengijinkan tubuhnya "diinjak-injak" oleh dosa-dosa kita demi untuk menyelamatkan kita semua. Itulah yang membedakan Yesus dibandingkan dengan tokoh agama lainnya".
Tuhan Yesus tidak hanya mengajarkan kepada kita berbagai hal untuk memperoleh keselamatan, tetapi Ia dengan sukarela mengorbankan dirinya disiksa dan disalibkan untuk mengangkut dosa seisi dunia (Yohanes 1 : 29). Untuk bisa menjadi "orang" yang bisa mengangkut seluruh dosa dunia, dibutuhkan 2 (dua) syarat mutlak, yaitu tidak memiliki dosa turunan dari Adam dan Hawa, serta tidak pernah berbuat dosa. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memenuhi kedua syarat tersebut kecuali Yesus, karena :
- Kelahiran Yesus bukanlah hasil hubungan sex antara Yusuf dan Maria. Apa yang dikandung oleh Maria adalah hasil kuasa dari Roh Kudus. Yang berarti adalah Virgin Birth, sehingga Yesus tidak memiliki dosa turunan yang biasa diwariskan oleh orang tua kepada anaknya. (Matius 1 : 18 - 25, Lukas 1 : 26 - 38)
- Yesus menjalani hidup dan pelayanannya selama kurang lebih 33 tahun tanpa dosa. Hal tersebut bisa kita lihat pada kesaksian Petrus (1 Petrus 2 : 22), kesaksian Yudas (Matius 27 : 4), kesaksian Pilatus (Yohanes 19 : 4), kesaksian roh-roh jahat (Lukas 4 : 33 - 34), dan kesaksian Yesus sendiri saat memberikan tantangan kepada orang-orang yang tidak menyukainya (Yohanes 8 : 46)
Ketika Yesus berada di atas kayu salib, Ia berseru "Tetelesthai" yang artinya Pertama, tujuan-Nya datang kedunia sebagai juru selamat sudah selesai; Kedua, Jalan yang menghubungkan Sorga dan bumi juga sudah selesai. Yesus bukanlah satu dari sekian banyak jalan, Ia adalah satu-satunya Jalan.
Jesus is The Only Way to Heaven
Sekian dulu, pada artikel berikutnya kita akan bahas alasan ketiga, mengapa Yesus datang ke dunia.
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 15 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Saya sorang yang sangat mencintai keluarga. Selalu ingin memberikan yang terbaik untuk mereka
Minggu, 15 Desember 2013
Apa Tujuan Yesus Datang ke Dunia (Part 1)
Jika pada suatu pagi kita berdiri di pinggir jalan raya, pasti kita akan melihat begitu banyak orang yang berlalu lalang di jalan tersebut, baik dengan berjalan kaki, bersepeda, mengendarai sepeda motor, mobil, becak, dll. Apakah mereka semua berada di jalan itu sepanjang hari? tentu saja tidak. Mereka berada di jalan tersebut tentu saja mempunyai suatu maksud dan tujuan, seperti berangkat sekolah, bekerja, maupun tujuan-tujuan lainnya. Seperti juga pada hari Natal sekitar 2000 tahun yang lalu, Tuhan Yesus turun ke dunia tentu juga memiliki maksud dan tujuan tertentu. Lalu apakah tujuan Tuhan Yesus meninggalkan kemuliaan Sorga dan turun ke dunia ber-inkarnasi menjadi manusia, lahir di kandang binatang yang hina di daerah Bethlehem?
Jika kita pelajari firman dengan teliti, maka kita akan mengetahui yang menjadi alasan dasar mengapa Tuhan Yesus mau-maunya turun ke dunia. Mari saya ajak sobat semua untuk melihat 3 (tiga) alasan tersebut.
Pertama - Yesus Datang Untuk Menjadi Juru Selamat
Tujuan Yesus datang sebagai juru Selamat ini bisa kita lihat dari apa yang diungkapkan oleh para malaikat kepada para gembala yang sedang menjaga domba-domba di malam Natal. Malaikat tersebut berkata, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa : hari ini telah lahir bagimu juruselamat, yaitu Kristus, TUHAN, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." (Lukas 2 : 10 - 12).
Sebelum Tuhan Yesus datang kedunia, umat manusia saat ini berada dalam keadaan "tidak selamat" dan tidak mempunyai "juru selamat". Mengapa bisa begitu? Untuk lebih jelasnya, mari kita buka Alkitab kita dalam Kejadian fs. 1 - 3. Pada awal mula penciptaan, Adam dan Hawa berada dalam keadaan selamat sejahtera dan tanpa dosa, memiliki hubungan yang sangat indah dengan Bapa Sang Pencipta. Namun akibat godaan si Iblis maka manusia pun akhirnya melanggar perintah Allah dan jatuh ke dalam dosa. Jatuhnya manusia ke dalam dosa ini menimbulkan beberapa akibat, yaitu
Pada artikel ini kita belajar alasan yang pertama dulu ya, pada artikel selanjutnya "Apa Tujuan Yesus Datang ke Dunia (Part 2)", saya akan tuliskan juga dua alasan lainnya. So, disimak terus ya :)
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 15 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Jika kita pelajari firman dengan teliti, maka kita akan mengetahui yang menjadi alasan dasar mengapa Tuhan Yesus mau-maunya turun ke dunia. Mari saya ajak sobat semua untuk melihat 3 (tiga) alasan tersebut.
Pertama - Yesus Datang Untuk Menjadi Juru Selamat
Tujuan Yesus datang sebagai juru Selamat ini bisa kita lihat dari apa yang diungkapkan oleh para malaikat kepada para gembala yang sedang menjaga domba-domba di malam Natal. Malaikat tersebut berkata, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa : hari ini telah lahir bagimu juruselamat, yaitu Kristus, TUHAN, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." (Lukas 2 : 10 - 12).
Sebelum Tuhan Yesus datang kedunia, umat manusia saat ini berada dalam keadaan "tidak selamat" dan tidak mempunyai "juru selamat". Mengapa bisa begitu? Untuk lebih jelasnya, mari kita buka Alkitab kita dalam Kejadian fs. 1 - 3. Pada awal mula penciptaan, Adam dan Hawa berada dalam keadaan selamat sejahtera dan tanpa dosa, memiliki hubungan yang sangat indah dengan Bapa Sang Pencipta. Namun akibat godaan si Iblis maka manusia pun akhirnya melanggar perintah Allah dan jatuh ke dalam dosa. Jatuhnya manusia ke dalam dosa ini menimbulkan beberapa akibat, yaitu
- Kematian secara roh (Kejadian 2 : 17), putusnya hubungan yang harmonis dengan Allah. Saat Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, tubuh mereka tetap hidup, namun roh yang ada pada mereka menjadi mati.
- Tubuh manusia pada mulanya diciptakan untuk bisa menikmati kekekalan, namun pada akhirnya berubah menjadi rapuh dan fana dan berujung pada kematian fisik (Roma 6 : 23). Kita bisa melihat saat ini tubuh manusia semakin lama semakin lemah, tidak ada manusia yang tidak memiliki kelemahan fisik, buktinya bisnis apotik semakin menjamur, kebutuhan obat-obatan semakin tinggi. Tubuh manusia, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki tidak ada satupun yang bisa lolos dari yang namanya penyakit. Mulai dari penyakit ringan seperti ketombe dan panu hingga penyakit berat seperti kanker, diabetes, jantung, ginjal, dll.
- Dosa yang dibuat oleh Adam dan Hawa ini akhirnya disebarkan pada seluruh dunia melalui keturunannya (Roma 5 : 12). Mulai sejak itulah hidup manusia tidak bisa dilepaskan dari yang namanya dosa.
- Ending dari kehidupan manusia yang penuh dengan dosa inilah yang akan membawa pada hukuman yang kekal di Neraka (Ibrani 9 : 27)
Pada artikel ini kita belajar alasan yang pertama dulu ya, pada artikel selanjutnya "Apa Tujuan Yesus Datang ke Dunia (Part 2)", saya akan tuliskan juga dua alasan lainnya. So, disimak terus ya :)
Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 15 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)















