Tampilkan postingan dengan label raja daud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label raja daud. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Oktober 2014

Mencari Tuhan di Setiap Waktu

Raja Daud menyadari benar betapa pentingnya memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan. Daud menyadari di sepanjang hidupnya dia mengalami teramat banyak pertolongan dan kasih Tuhan, sehingga hatinya senantiasa dipenuhi ucapan syukur dan kerinduan untuk menceritakan perbuatan Tuhan kepada orang lain. Serunya, "Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah namaNya, perkenalkanlah perbuatanNya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagiNya, bermazmurlah bagiNya, percakapkanlah segala perbuatanNya yang ajaib!" (I Tawarikh 16 : 8-9). Tak lupa Daud juga membimbing anaknya (Salomo) untuk lebih mengenal Tuhan dan beribadah kepadaNya dengan tulus, dan agar Salomo terus mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh seperti Daud sendiri, pesannya, "...anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepadaNya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya." (I Tawarikh 28 : 9).

Apa yang disampaikan oleh Daud kepada Salomo itu juga berlaku bagi segenap umat Tuhan di dunia ini. Selagi Tuhan berkenan ditemui, biarlah kita mencari Dia setiap waktu, karena apabila kita meninggalkan Tuhan, Dia akan membuang kita untuk selama-lamanya. Sungguh tidak bisa dibayangkan bagaimana keadaan bila Tuhan sampai membuang kita. Kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan, setiap saat di sepanjang hidup kita memerlukanNya, bukan hanya di saat susah, tetapi juga di saat semuanya sedang berjalan dengan baik, kita harus mencari dan tetap memerlukan Dia.

Inilah nafas hidup orang percaya, yaitu tidak dapat terpisah dari Tuhan. Tuhan harus menjadi kebutuhan hidup kita yang utama, bukan harta, kekayaan, dan pangkat, atau ketenaran sandaran hidup kita. Maka kita membutuhkan persekutuan denganNya setiap waktu, jangan menjadi "penodong" belaka yang selalu meminta paksa kepada Tuhan ketika kita membutuhkan pertolongan, padahal ia bersedia ditemui setiap saat, dalam keadaan apapun. " Tangan Tuhan melindungi orang-orang yang mencari Dia, tetapi murkaNya menimpa orang-orang yang meninggalkanNya." WISH

Minggu, 29 Desember 2013

Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 3)

Melanjutkan artikel saya sebelumnya, yaitu Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 2), hari ini kita akan belajar rencana besar Allah yang lainnya untuk kota kecil Bethlehem. Rencana tersebut adalah,

Bethlehem - The Power of God's Promotion
Di bagian pertama, Bethlehem menjadi tempat persinggahan Yakub dan istrinya, sedangkan pada bagian kedua merupakan tempat dimana Rut mendapatkan breakthrough dengan menikah dengan Boaz dan menjadi cikal bakal dari Tuhan Yesus. Pada bagian ini kita juga akan mengetahui bahwa Bethlehem ternyata adalah tempat kelahiran Raja Daud, raja Israel yang paling utama. Pada waktu itu, Tuhan mengutus nabi Samuel untuk pergi ke Bethlehem dan mencari anak Isai karena Tuhan telah menetapkan bahwa salah seorang anaknya akan diurapi menjadi seorang raja di Israel.

Isai memiliki 8 orang anak laki-laki, 7 orang pertama diajukan oleh Isai ke hadapan Samuel, namun satu per satu ditolak oleh Tuhan. Samuel bertanya apakah Isai masih memiliki anak laki-laki yang lain? Dan Isai menjawab bahwa sebenarnya masih ada satu yaitu yang bungsu, tetapi Isai merasa tidak perlu memanggilnya karena usia Daud masih terlalu muda dan tidak diperhitungkan sama sekali. Namun dengan tegas nabi Samuel menyatakan bahwa anak muda tersebut haruslah dipanggil, dan ternyata benar bahwa Daud adalah orang yang dipilih Tuhan dan akhirnya menerima pengurapan khusus sebagai raja, di tengah-tengah saudaranya (1 Samuel 16 : 13).

Pengurapan inilah yang akhirnya memampukan Daud untuk maju melawan raksasa Goliat dan mengalahkannya sehingga namanya menjadi termasyhur sebagai pahlawan nasional. Dari peristiwa ini, kita bia melihat bahwa Bethlehem menunjuk pada kuasa Tuhan yang menyatakan bahwa Ia sanggup mengubah Daud yang lemah dan tidak diperhitungkan oleh orang tuanya (Mazmur 27 : 10) - menjadi seorang yang penuh wibawa dan seorang raja Israel yang paling besar.

Mazmur 75 : 7 - 8 berkata sbb, "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian (promotion) itu, tetapi Allah adalah Hakim : direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain." Disini Bethlehem mengingatkan kita tentang "The power of God's promotion".

Hari ini kita belajar satu lagi rencana besar Allah terhadap kota kecil Bethlehem, pada artikel berikutnya dan yang terakhir Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 4) kita akan belajar rencana besar lain yang disiapkan Allah Bapa untuk Bethlehem.

Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 22 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta.