Rabu, 01 Januari 2014

Menikmati Liburan tahun Baru Bersama Keluarga

Saya sebenarnya ingin menulis panjang lebar tapi berhubung waktunya sudah cukup larut malam dan tubuh juga sudah lelah setelah beraktivitas seharian, maka saya hanya akan menulis singkat saja. Hari ini saya melaluinya dengan cukup mengantuk karena pada malam pergantian tahun tidur larut hingga pukul 01.00 dan paginya pukul 06.00 sudah harus bangun dan berangkat ke gereja untuk melayani Tuhan dalam kelompok choir di GBI Aletheia. Sepulang gereja saya, istri dan anak-anak langsung meluncur ke Taman Wisata Kaliurang untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga.

Kaliurang memang menjadi tempat favorit kami untuk berlibur, karena hawanya sejuk dan segar sehingga membuat pikiran menjadi lebih enjoy. Tak banyak kegiatan yang kami lakukan, hanya bermain dengan anak-anak, tidur-tiduran di bawah pohon sambil bercerita, dll. Berikut ini saya up load beberapa foto kami bersama saat di Kaliurang tadi siang.
Gaya apa ya ini? :D

Bersama kedua putri tercinta

Upsss...ompongnya kelihatan :D

Baru sok jaim :p

Mukanya Jaxine kok hilang?

Di antara ilalang

Wanita perkasa :D

Sabar donk say...:)

Senyum...cissss....jepreeettt...

Theora sambil ketakutan

Ini mukanya kok jadi gini ya?

The Greatest Promise in The Bible (Part 1)

Shalom sobat semua, ini hari pertama kita di tahun 2014, banyak hal yang telah kita lalui sepanjang tahun 2013 yang lalu, ada yang membahagiakan namun ada juga yang kurang membahagiakan. Mari saya ajak sobat semua untuk menutup tahun 2013 dan menatap tahun 2014 dengan sikap hati yang optimis. Kita harus percaya jika sepanjang tahun 2013, Tuhan telah memelihara dan menjaga kita dengan luar biasa, maka di tahun 2014 ini pemeliharaan Tuhan pun akan semakin sempurna dalam kehidupan kita. Tahun 2014 sudah mulai kita jalani, ada dua hal yang suka atau tidak suka harus kita jalani dalam tahun ini yaitu usia pasti bertambah satu tahun lagi, dan tahun yang baru juga berarti saat perjumpaan kita dengan Tuhan Yesus Kristus menjadi semakin dekat, baik melalui kejadian Rapture ataupun dipanggilnya nama kita untuk pulang ke sorga.

Pertemuan dengan Tuhan, Sang Pencipta kita, jika direnungkan dengan baik maka akan membuat kita menjadi gentar hati. Mengapa? Karena kita sadar dan mengerti sepenuhnya betapa hidup kita sangat jauh dari standard kekudusan yang ditetapkan Tuhan. Dosa turunan dan dosa-dosa yang kita lakukan sepanjang hidup kita sangatlah banyak dan tak terhitung lagi jumlahnya, jadi kalau tiba saatnya kita harus bertemu dengan Tuhan, bukankah ini akan menjadi sangat mengerikan? Kita yang begitu kotor dan penuh dengan dosa ini harus bertemu dengan Tuhan yang Maha Suci, jelas kebinasaan di api neraka yang kekal pastilah menjadi bagian kita. Namun kita sebagai orang-orang percaya tidak perlu kuatir karena ada The Greatest Promise in The Bible yang dapat menghibur dan menenangkan hati kita.

Janji dasyat ini datang dari surat Yudas 1 : 24 - 25, "Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin." Yudas disini bukanlah Yudas Iskariot, tetapi Yudas saudara Yakobus yang menjadi saudara Yesus (Matius 13 : 55). Ayat yang diilhamkan oleh Roh Kudus kepada Yudas kurang lebih 80 AD ini merupakan Good News buat kita semua sebab berita yang terkandung di dalamnya membuat hati kita tidak perlu takut dan gemetar lagi untuk menghadapi pertemuan dengan Sang Pencipta yang tidak bisa kita hindari. Mengapa bisa demikian? Mari saya ajak sobat semua untuk membuka ayat ini dengan teliti tiap-tiap bagiannya.

Bagi DIA
Siapakah yang dimaksud dengan Dia pada ayat ini? Apakah dia seorang raja mulia, seorang panglima terkenal atau juga mungkin seorang multi milyarder dollar yang sangat termashyur? Bukan! Dia yang dimaksudkan disini adalah Yesus, Sang Juruselamat dunia. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat lebih lanjut tentang "Dia" ini..

Di Dalam Perjanjian Lama
- Dia adalah Jehovah Jireh = Tuhan yang menyediakan (Kejadian 22 : 14)
- Dia adalah The Great I Am (Aku adalah Aku) - yang ada sejak kekal sampai kekal (Keluaran 3 : 14)
- Dia adalah Jehovah Rapha, Tuhan yang menyembuhkan (Keluaran 15 : 26)
- Dia adalah Jehovah Shalom yang memberikan keselamatan dan sejahtera (Hakim-hakim 6 : 24)

Di Dalam Perjanjian Baru
- Dia adalah Juruselamat yang mau mati buat kita ketika kita masih berada dalam keadaan berdosa, apalagi setelah kita mau percaya, pasti Dia mau menyelamatkan (Roma 5 : 8 - 9)
- Dia adalah Gembala yang baik, yang tidak akan membiarkan satu domba-Nya hilang (Yohanes 10 : 14)
- Dia adalah Allah yang telah memilih kita sebelum dunia diciptakan (Efesus 1 : 4)
- Dia adalah Pribadi yang menyempurnakan apa yang sudah Ia mulai (Filipi 1 : 6)

Hari ini kita baru belajar siapakah "Dia", besok saya akan ajak sobat untuk mengupas bagian-bagian yang lain dari Surat Yudas ayat 24-25 yaitu
- Berkuasa menjaga agar jangan tersandung
- Akhirnya Dia membawa kita dengan tidak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan Bapa


Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 29 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta

Rencana Allah Yang Besar Untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 4)

Ini adalah bagian terakhir dari pengajaran firman Tuhan tentang rencana besar Allah untuk kota kecil Bethlehem. Pada bagian ketiga, Rencana Besar Allah untuk Kota Kecil Bethlehem (Part 3), kita telah belajar bahwa Bethlehem merupakan The power of God's promotion. Sekarang kita belajar rencana Allah yang terakhir, apa itu? Yuk, kita lihat bersama-sama.

Bethlehem - The Power of The Bread of Life
Arti dari nama "Bethlehem" adalah rumah roti, sedangkan arti dari nama "Efrata" adalah berbuah lebat. Dengan kata lain, arti dari nama Bethlehem Efrata adalah rumah roti yang berlimpah-limpah (Mikha 5 : 1). Roti menggambarkan makanan yang merupakan kebutuhan pokok manusia yang sangat penting. Dalam Yohanes 6, tertulis bagaimana Yesus menyatakan kuasa-Nya dengan memberi makan lebih dari 5000 orang hanya melalui 5 ketul roti dan 2 ekor ikan. Tak lama setelahnya, Yesus bersabda : "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi." (Yohanes 6 : 35)

Dalam hidupnya manusia selalu lapar dan haus akan sesuatu, dan dunia selalu menawarkan berbagai hal untuk penawar rasa lapar dan dahaga itu. Hanya saja sayangnya, apa yang dunia tawarkan tidak bisa untuk memuaskan lapar dan dahaga manusia dalam arti yang sebenarnya. Ahli matematika Perancis, Blaise Pascal pernah berkata, "Dalam hati manusia ada satu tempat kosong yang tidak bisa diisi oleh harta benda dan kesenangan duniawi. Vacuum hati itu hanya bisa diisi dengan Roti dan Air Hidup dari Sorga yang hanya ada di dalam diri Yesus, Savior of The World. Bethlehem mengingatkan kita tentang "The power of bread of life" yang bisa membuat hati manusia menjadi tenang, teduh dan dipuaskan.

Sumber : Khotbah Bpk. Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara ibadah Minggu, 22 Desember 2013 di GBI Aletheia Yogyakarta