Rabu, 15 Oktober 2014

Engkau Sungguh Berharga Di Mata Tuhan

You are precious in God's Eyes artinya adalah Engkau sangat berharga di mata Tuhan. Hal ini berarti bahwa semua umat tebusan darah Kristus tanpa melihat status sosial, tingkat pendidikan dan latar belakangnya - amat sangat berharga di mata Tuhan. Bukti nyata dari hal ini dapat kita lihat dalam kitab Bilangan 22 & 23 yang merupakan bagian dari kisah perjalanan 40 tahun umat Israel di padang belantara.

Bagaimana Israel Bisa Jadi Begitu Indah Di Mata Tuhan
Sejarah perjalanan umat Israel keluar dari perbudakan Mesir menuju tanah Kanaan dicatat di dalam 5 kitab Musa. Masalahnya adalah kisah perjalanan selama 40 tahun itu bisa dibilang jauh dari mulus dan indah, malah dipenuhi dengan keluh kesah, gerutu, omelan, dan bahkan pemberontakan. Namun ketika Bileam berada di atas puncak gunung dan melihat perkemahan Israel, Tuhan menyatakan bahwa Israel itu bagaikan taman yang indah.

Bilangan 23 : 21 - Lihat versi Inggris NKJV - He has not observed iniquity in Jacob, Nor He has seen wickedness in Israel. Awas...bukan berarti Israel tanpa dosa, tetapi dinyatakan bahwa Tuhan tidak melihat dosa dan kesalahan Israel. Kok bisa? Hal ini bisa terjadi karena darah korban binatang yang dipercikkan Imam Besar ke Tutup Perdamaian pada hari Yom Kippur setiap tahunnya. Darah hewan ini "menudungi" semua dosa Israel sampai dengan tahun berikutnya. Dengan covering darah ini, Israel yang tegar tengkuk dilihat dari sorga sebagai "taman yang indah di tepi sungai".

Bagaimana Sekarang Bapa di Sorga Melihat Kita
Jika covering darah hewan pada masa Perjanjian Lama bisa berbuat begitu, darah korban di kayu salib Yesus pada zaman Perjanjian Baru lebih dasyat lagi. Imam-iman Besar pada Perjanjian Lama harus memercikkan darah setiap tahun, tetapi Yesus tidak perlu berbuat begitu sebab Ia telah mengorbankan diri-Nya sendiri sekali saja untuk selama-lamanya (Ibrani 10 : 12), dan oleh karena itu Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi perantara mereka (Ibrani 7 : 25). Dengan demikian, semua umat tebusan Kristus sekarang ini menjadi Precious in God's Eyes. Mengapa bisa begitu? Karena kita semua saat ini dilihat melalui kacamata salib Kristus.
  • Darah Kristus membuat kita disempurnakan selamanya (Ibrani 10 : 14)
  • Darah Kristus membuat dosa-dosa kita tidak diingat lagi (Ibrani 10 : 17)
  • Darah Kristus membuat kita bebas dari kutuk dan hukuman (Roma 8 : 1)
Dengan kata lain, semua umat tebusan Kristus benar-benar aman dan nyaman di dalam naungan salib sehingga kebajikan dan kemurahan mengikuti sampai selama-lamanya. (Mazmur 23 : 6). Amin

Selasa, 14 Oktober 2014

Menjadi Dingin di Tengah Dunia yang Semakin Panas

Tuhan Yesus dalam Matius 24:12 menjelaskan sbb : "Karena makin bertambahnya kedurhakaan maka kasih kebanyakan  orang akan menjadi dingin." Perhatikan istilah "sebagian besar"- ini menunjukan kepada jumlah mayoritas umat Tuhan .Hanya golongan minoritas saja yang kasihnya kepada Tuhan tetap berapi-api. Ini benar-benar sebuah nubuat yang sangat menyedihkan. Dunia semakin panas dengan segala pergolakan dan permasalahan , namun kenyataannya sebagian besar orang Kristen bukannya makin berapi-api dengan Tuhan , mereka malah semakin dingin kasihnya kepada Tuhan.

Apakah ciri-ciri orang Kristen yang kasihnya kepada Tuhan sudah menjadi dingin? Ingat, hubungan antara jemaat dan Kristus itu diumpamakan dengan hubungan suami-istri. Perhatikanlah bagaimana relasi suami-istri yang sudah menjadi hambar dan dingin.

A. MINAT UNTUK FELLOWSHIP DENGAN TUHAN AMAT MINIM
Waktu pacaran dulu dimana ada cinta membara, komunikasi lancar sekali (bisa berjam-jam lamanya). Tetapi ketika kasih menjadi dingin, antara suami dan istri sudah tidak ada lagi komunikasi. Ngomong aja ogah! Dulu suka sekali bersekutu dan berkomunikasi dengan Tuhan, praise worship & prayer jadi life-stylenya. Tapi itu dulu. Sekarang semangat seperti itu sudah semakin kurang........semakin kurang.........lalu padam sama sekali, menjadi dingin (seperti sop buntut di kulkas)!

B. SELERA UNTUK MAKANAN ROHANI TIDAK ADA
Waktu cinta masih hangat membara, membaca surat cinta mendatangkan suka cita besar. Tetapi ketika kasih sudah menjadi dingin, tak ada kerinduan sama sekali untuk membaca surat. Dulu suka membaca dan mendalami Firman Tuhan. Lama-kelamaan minat itu semakin berkurang-semakin berkurang-akhirnya tidak ada lagi selera sama sekali untuk Firman Tuhan.

C. KERINDUAN IBADAH JUGA MINIM BANGET 
Waktu cinta masih membara ,saat untuk bertemu sang kekasih selalu dinanti-nantikan. Pergi berduaan sambil bergandeng tangan adalah saat yang didambakan. Tetapi ketika kasih sudah menjadi dingin, ketemu saja enggan apalagi pergi berduaan. Dulu sikapnya seperti Mazmur 122 :1 - penuh suka cita masuk rumah Tuhan. Tetapi lama-kelamaan suka cita itu mulai pudar dan akhirnya hanya jadi kristen kapal selam saja. Hanya muncul pada waktu ada acara-acara khusus saja seperti Natal, Paskah, dlsb. No time for God but have time for hobby and traveling.

D. SUKA LONTARKAN KRITIKAN 
Ketika kasih masih hangat membara, semuanya nampak serba oke. Suami dan istri dapat menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.Tetapi ketika kasih sudah menjadi dingin, mulailah suami dan istri menjelek-jelekkan satu sama lain. Perhatikanlah orang-orang yang suka menjelek-jelekkan gereja dan para pelayan Tuhan. Kalau anda menjumpai orang semacam itu, ketahuilah dengan pasti : Orang ini masuk golongan PSUGO, kasihnya kepada Tuhan sudah menjadi dingin!.

E.TIDAK ADA PERSEMBAHAN KASIH 
Waktu kasih masih hangat, selalu ada pemberian antara suami-istri, misalnya oleh-oleh dari luar kota, waktu ulang tahun, dlsb. Ketika kasih sudah menjadi dingin, tidak ada lagi pemberian kasih. Demikian juga orang Kristen, satu tanda yang jelas bahwa kasihnya kepada Tuhan sudah menjadi dingin ialah dengan menghentikan persembahan persepuluhan/syukur/dlsb. Yang dahulu selalu ia berikan dengan kasih kepada Tuhan, sekarang dipakai untuk diri sendiri. Bukan itu saja, ia lalu menghalang-halangi orang lain yang mau memberi kepada Tuhan dengan kasih.

F. MINAT UNTUK HAL-HAL DUNIAWI BESAR SEKALI
Di waktu cinta masih hangat berapi-api, hati selalu berpaut kepada si dia. Ketika kasih menjadi dingin, perhatian ditunjukan kepada si dia yang lain (PIL dan WIL - pria idaman lain atau wanita idaman lain). Begitulah juga keadaan orang Kristen. Ketika kasihnya kepada Tuhan menjadi dingin maka hatinya tertarik kepada keduniawian : keinginan mata, keinginan daging, dan keangkuhan hidup (Yoh. 2:15-17).

                            AKIBAT KASIH YANG MENJADI DINGIN
Akibatnya sungguh sangat berbahaya! Pehatikanlah prosesnya : Mulailah hanya dingin, kemudian beku, lalu menjadi keras seperti es. Hal semacam ini bisa terjadi pada diri orang yang sudah menerima anugrah kasih karunia dari Yesus. Istilah Biblikalnya kita peroleh dari Daud ketika ia mengalami keadaan "psugo" adalah : Kehilangn sukacita keselamatan (The joy of salvation). Itulah sebabnya Daud berdoa - Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu dan lengkapilah aku dengan roh yang rela (Mazmur 51:14).

                           BAGAIMANA MENCAIRKAN KEBEKUAN 
Bagaimanakah memuluhkan kasih yang dingin supaya hangat kembali? Untuk itu kita belajar dari nasehat Tuhan Yesus kepada jemaat di Efesus (Wahyu 2:1-7). Istilah yang dipakai oleh Yesus adalah - "meninggalkan kasihmu yang semula" (ay.4). Ini sama dengan kasih yang tadinya hangat (kasih yang mula-mula), lalu menjadi dingin. Untuk bisa pulih kembali ada nasehat 3R dari Yesus (ay.5):

A. REMEMBER (INGATLAH)
Ingat masa yang lalu ketika kasih masih membara. Sukacitanya beribadah dan melayani.
Nikmatnya persekutuan dengan Yesus. Bayangkanlah itu baik-baik dalam imajinasi kita.
B. REPENT (BERTOBATLAH)
Ambil sikap tegas untuk tidak membiarkan situasi dingin berlarut terus-menerus. Ambil putusan bermutu untuk berubah secara total!
C. REDO (LAKUKANLAH LAGI)
Apa yang sudah ada pada imajinasi tentang suka cita masa lalu itu harus diulangi lagi /dilakukan kembali pada masa kini. Kalau masih tetap "psugo"dan es yang keras tidak mencair kembali, Tuhan Yesus memberikan "discipline" terhadap anak-Nya yang menyimpang - lihat Ibrani 12:5-11 tentang didikan Tuhan. Yang benar ialah : Jangan menunggu sampai Tuhan mendidik kita, tetapi tetaplah melekatlah kepada Yesus, Pokok Anggur yang benar dan berbuah lebat untuk kemuliaan nama-Nya. Soli Deo Gloria! 

Tongkat Harun Yang Bertunas

Kisah tongkat yang bertunas ini diawali oleh sungut-sungut yang dilakukan oleh bangsa Israel terhadap Tuhan tentang siapa yang terbesar dan menyebabkan terjadinya pemberontakan Korah, Datan, dan Abiram, sebagaimana tertulis dalam Bilangan pasal 16. Akibat sungut-sungut bangsa Israel tersebut akhirnya Tuhan berfirman kepada Musa agar mengumpulkan satu buah tongkat dari setiap suku bangsa Israel, sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 12 tongkat, dan pada setiap tongkat tersebut haruslah ditulis nama-nama pemimpin masing-masing suku, dan kemudian semua tongkat tersebut haruslah diletakkan di dalam Kemah Pertemuan di hadapan tabut hukum. "Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi." (Bilangan 17 : 5).

Dari kisah diatas ini, ada tiga hal yang dapat kita pelajari bersama yaitu :

1. Tuhan Memilih dan Tidak Melihat Masa Lalu Kita
Pada Bilangan 17 : 8 diceritakan bahwa tongkat Harun yang bertunas, sebagai tanda jika Tuhan telah memilih Harun dari kedua belas suku Israel lainnya. Padahal jika kita lihat kembali pada Bilangan 12, disana diceritakan bagaimana Harun melakukan pemberontakan terhadap Tuhan, dan sebelumnya Harun juga turut membuat patung lembu emas. Sungguh bukan masa lalu yang baik untuk dipilih Tuhan menjadi seorang pemimpin, namun Tuhan memilih kita tanpa melihat masa lalu kita yang kelam.

2. Jalin Hubungan yang Erat dengan Tuhan dalam hadirat-Nya
Pada Bilangan 17 : 4 menjelaskan bahwa tongkat-tongkat dari semua pemimpin suku diletakkan di dalam kemah pertemuan, di hadapan tabut hukum tempat Allah biasa bertemu dengan Musa. Jika kehidupan rohani kita mau bertunas, kita harus senantiasa membawa hidup kita dalam hadirat Tuhan, merenungkan Firman Tuhan tiap-tiap hari, dan melakukan segenap perintah Tuhan

3. Kesempatan Bersinar adalah Ketika Sekeliling Mulai Menjadi Gelap
Bilangan 17 : 8 menyebutkan bahwa keesokan harinya tongkat telah bertunas, ini menjelaskan proses bertunas terjadi sebelum fajar, yakni saat gelap malam hari. Begitupun dengan iman kita, akan terlihat bukan ketika baik-baik saja, namun di saat yang penuh dengan masalah, badai cobaan datang menerpa, maka disaat seperti itulah iman perlu dibuktikan yang menandakan tongkat kerohanian kita mulai bertunas, sehingga tatkala waktunya tiba maka terang kemuliaan Tuhan akan terpancar melalui kehidupan kita.

Dengan demikian, kita sebagai umat yang telah diampuni dosa-dosanya, mari melekat dalam hadirat Tuhan dengan menjalin hubungan pribadi yang erat dengan Tuhan, maka sinar kemuliaan Tuhan akan senantiasa terpancar dalam kehidupan kita. --WISH