Naaman sakit kusta. Bagi seorang panglima pasukan dan pahlawan perang, penyakit tersebut jelas sekali sangat mengguncangkan jiwanya. Ia sangat ingin sembuh dari penyakitnya. Oleh karena itu ia mengikuti saran gadis pelayan istrinya untuk datang kepada Nabi Elisa. Namun, Elisa tidak memberikan ramuan, ataupun menumpangkan tangannya untuk berdoa bagi kesembuhannya seperti yang ia bayangkan. Nabi itu hanya menyuruh Namaan untuk mandi sebanyak tujuh kali di Sungai Yordan. Namaan merasa gusar dan kecewa. Tetapi, setelah dibujuk oleh pegawainya, ia mau juga melakukannya dan pulihlah tubuhnya dari kusta. Ia menjadi tahir, dan mendatangi Elisa untuk mengakui kebesaran Allah Israel.
Seringkali kita tidak setuju dengan cara Allah untuk memulihkan kehidupan kita. Cara yang digunakan-Nya seringkali terlihat aneh, dan bahkan tampak mustahil di mata manusia, sehingga kita jadi meragukan dan mempertanyakan hal tersebut. Sebaliknya, kadang cara-Nya terkesan sangat mudah dan tidak menuntut kerja keras kita. Kita tidak boleh meremehkannya karena tidak ada sesuatupun yang mustahil bagi Tuhan. Sebenarnya, cara-Nya yang tidak lazim tersebut justru mendorong kita untuk semakin mengerti jalan Allah yang misterius, meskipun cara-Nya seringkali tidak kita pahami, Dia tetap layak untuk dipercayai.
Sewaktu kita mulai mempercayai dan mengikuti cara Allah, kita belajar untuk semakin mengenal cara berpikir dan cara kerja Allah dalam kehidupan kita. Dengan mengesampingkan pola pikir manusiawi, kita memperbaharui pikiran yang selanjutnya berdampak pada pembaharuan dan pemulihan hidup kita.
Sumber : Buku Renungan Harian
Tampilkan postingan dengan label kusta namaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kusta namaan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 Juli 2014
Senin, 25 November 2013
Mewaspadai Virus Gehazi di Jaman Modern
Dalam kitab Perjanjian Lama terdapat dua orang nabi yang dipakai oleh secara luar biasa oleh Tuhan, mereka adalah nabi Elia dan nabi Elisa. Seperti yang kita ketahui bahwa nabi Elisa dulunya adalah pelayan bagi nabi Elia, yang kemudian meneruskan tugas Elia sebagai nabi Tuhan.
Pada saat Elisa diurapi menjadi nabi Tuhan, iapun kemudian memiliki seorang pelayan yang bernama Gehazi. Sebagai pelayan bagi nabi Elisa, sebenarnya Gehazi memiliki kesempatan yang cukup besar untuk bisa meneruskan tugas dan tanggungjawab Elisa sebagai nabi Tuhan. Namun sangat disayangkan, karena ketamakan akan harta membuat hidupnya justru menjadi terpuruk. Bukan berkat ataupun urapan yang diterimanya, namun justru penyakit kusta Namaan yang pindah ke tubuhnya.
Yang sungguh menyedihkan adalah bahwa virus Gehazi ini ternyata masih terus berkembang pesat di antara anggota tubuh Kristus yang hidup pada akhir jaman ini. Oleh sebab itulah maka kita harus mengetahui gejala-gejala apa saja yang menunjukkan bahwa seseorang telah terinfeksi oleh virus Gehazi ini, antara lain :
Pada saat Elisa diurapi menjadi nabi Tuhan, iapun kemudian memiliki seorang pelayan yang bernama Gehazi. Sebagai pelayan bagi nabi Elisa, sebenarnya Gehazi memiliki kesempatan yang cukup besar untuk bisa meneruskan tugas dan tanggungjawab Elisa sebagai nabi Tuhan. Namun sangat disayangkan, karena ketamakan akan harta membuat hidupnya justru menjadi terpuruk. Bukan berkat ataupun urapan yang diterimanya, namun justru penyakit kusta Namaan yang pindah ke tubuhnya.
Yang sungguh menyedihkan adalah bahwa virus Gehazi ini ternyata masih terus berkembang pesat di antara anggota tubuh Kristus yang hidup pada akhir jaman ini. Oleh sebab itulah maka kita harus mengetahui gejala-gejala apa saja yang menunjukkan bahwa seseorang telah terinfeksi oleh virus Gehazi ini, antara lain :
- Tidak haus akan perkara rohani
- Tidak memiliki Compassion (Belas kasihan)
- Tidak memiliki karakter yang positif
- Tidak memiliki visi rohani
- Instrospeksi dan ketahuilah berapakah sebenarnya temperature rohani kita, karena penampilan luar bisa menipu, kelihatannya panas membara padahal di bagian dalamnya hanya suam-suam kuku atau bahkan yang lebih parah lagi jika bagian dalamnya justru dingin.
- Bertobat dan perbaharui komitmen kita kepada Yesus (Wahyu 3 : 19). Tuhan Yesus selalu mau menerima tiap orang yang datang kepadaNya dengan hati yang penuh dengan pertobatan.
- Belilah - (Wahyu 3 : 18). Itu artinya bahwa ada harga yang harus dibayar. Bagian kita adalah "mau bayar harga". Keselamatan kita memang gratis sebagai anugerah dari Tuhan, tetapi untuk menjalani hidup kristen yang berkenan di hadapan Tuhan, ada harga yang harus dibayar. Ambil waktu untuk bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan Firman. Pilih untuk senantiasa berjalan dengan Yesus tiap-tiap hari dan tetap bersekutu dengan saudara-saudara seiman. (Ibrani 10 : 25)
Langganan:
Postingan (Atom)

