Tampilkan postingan dengan label komsel aletheia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komsel aletheia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 April 2014

Komsel Semper Fi - Beberapa Ekspresi Dalam Memuji Tuhan (Lanjutan)

Shalom sobat sekalian, selamat hari Minggu, dan jangan lupa hari ini pergi ke Gereja ya :). Saya hanya ingin berbagi cerita sedikit tentang acara kami kemarin. Seperti biasa tetap buka toko hingga jam 5 sore, namun kebetulan kemarin mendapatkan undangan dari salah satu teman yaitu Bapak Winarto yang anaknya tepat berulang tahun yang ke-10 dan dirayakan di KFC Sudirman Yogyakarta jam 4 sore. Jadi terpaksa anter istri dan anak-anak dulu kesana dan kembali ke toko untuk proses tutup toko. Acara ulang tahunnya termasuk cukup lama karena hingga pukul 18.30 baru selesai, padahal biasanya acara ulang tahun hanya menghabiskan waktu 1-2 jam saja.

Selesai dari KFC, kami langsung meluncur ke Jalan Kaliurang km. 15, tepatnya di Rumah Makan Mr. Blangkon karena ada acara komunitas sel (komsel) Choir Semper Fi dengan yang bertindak sebagai tuan rumah adalah Bapak Ardy Utomo. Acara hanya dihadiri oleh tujuh orang anggota karena banyak anggota yang berhalangan hadir, namun masing-masing anggota juga membawa anggota keluarganya masing-masing sehingga acarapun terlihat lebih ramai. Firman Tuhan dibawakan oleh Bapak Yohanes Subagyo, salah seorang rekan kami yang juga sebagai Pengurus Panti Asuhan Fajar Pengharapan. Firman Tuhan yang disampaikan merupakan seri lanjutan dari khotbah tentang ekspressi dalam memuji dan memuliakan Tuhan. Jika pada pertemuan-pertemuan komsel sebelumnya telah banyak dibahas tentang ekspresi memuji Tuhan yang lain, maka pada hari ini membahas ekspresi memuji Tuhan dengan "bahasa tubuh" seperti berdiri, berlutut, dan juga menari. Cara penyampaian firman yang dilakukan oleh Bapak Yohanes Subagyo cukup menarik (seperti mengajar anak-anak sekolah minggu) sehingga suasana lebih "cair" dan penuh gelak tawa.

Selesai ibadah, dilanjutkan dengan makan malam bersama, arisan, dan juga membahas beberapa hal yang menyangkut aktivitas pelayanan di gereja. Pada bagian akhir, para ibu-ibu disibukkan dengan aktivitas bungkus-bungkus "sisa" makanan yang belum habis. Nah, dibawah ini ada beberapa foto yang sempat diabadikan saat acara.
Narsis dulu sebelum acara dimulai

Baru "digarapi" sama pak Bagyo

Bpk. Y. Subagyo sedang menyampaikan Firman Tuhan
Ibu Johanna sedang sibuk bungkus-bungkus :D
Jepretan terakhir sebelum pulang

Rabu, 12 Maret 2014

Penguasaan diri - Empat Hal yang Harus Dikuasai Untuk Menjadi Pribadi yang Berkenan Kepada Tuhan

Shalom sobat sekalian, malam hari ini agenda kami adalah menghadiri ibadah komsel Persetia di rumah Bp. Petrus Beni. Ibadah komsel ini dihadiri oleh 7 keluarga termasuk tuan rumah. Ibadah kami mulai pukul 19.30 dengan menaikkan puji-pujian yang dilanjutkan dengan kesaksian dari Bp. Yusak yang baru saja sembuh dari sakit.

Masuk ke bagian firman, kami dilayani oleh Bp. Edy Widodo yang datang sebagai undangan untuk menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada kami semua. Beliau menyampaikan firman mengenai "Penguasaan diri" agar kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik di masa akhir jaman. Nah, apa sajakah hal-hal yang harus bisa kita kendalikan tersebut? Ada empat hal yang seharusnya bisa kendalikan yaitu

  1. Kendalikan mulut dan perut. Yang dimaksud disini adalah bahwa kita harus mampu menguasai keinginan untuk makan+minum yang berlebihan, yang dapat membahayakan kesehatan kita semua. Karena jika kita tidak mampu menguasai diri kita terhadap makanan, maka yang terjadi justru akan menimbulkan berbagai macam gangguan penyakit. Dan jika terjadi sesuatu pada diri kita, tentu akan berdampak pada orang-orang terdekat kita, seperti istri, suami dan anak.
  2. Kendalikan kebutuhan biologis. Yang dimaksud disini tidak lain adalah kebutuhan seksual. Pada akhir zaman saat ini iblis bekerja dengan luar biasa untuk mengekploitasi salah satu kelemahan terbesar manusia ini. Sudah sangat sering kita dengar rumah tangga yang hancur akibat suami istri tidak mampu menguasai kebutuhan biologisnya ini.
  3. Kendalikan kesenangan duniawi. Semua hal di dunia ini menyenangkan bagi kita, namun bisa membuat hati kita menjauh dari Tuhan, bisa kita kategorikan sebagai kesenangan duniawi.
  4. Kendalikan keinginan akan harta. Harta juga merupakan salah satu kelemahan terbesar bagi manusia. Bp. Edy memberikan suatu ilustrasi seperti ini, "Kita mungkin bisa bertahan dengan iman kita saat dipaksa untuk murtad dengan todongan pistol di kepala kita, tetapi kita justru bisa terjatuh dan murtad dari iman kita saat mendapatkan iming-iming harta yang berlimpah."
Selesai firman, masuk ke doa syafaat dan persembahan. Di  bagian penutup telah tersedia berkat jasmani yang disiapkan oleh Bu Lily, yaitu rawon spesial. Rawon buatan Bu Lily emang spesial, sangat cocok di lidah saya, akhirnya makan sampai kenyang (sampai lupa firman yang nomor 1 hehehe). Selesai makan, ngobrol-ngobrol sebentar lalu kami semua mulai berpamitan pulang ke rumah masing-masing.