Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang Rapture. Apa itu Rapture? Rapture adalah suatu kejadian dimana orang-orang kristen yang percaya kepada Yesus diangkat secara tiba-tiba ke Sorga tanpa melalui proses kematian, sedangkan orang-orang yang tidak mau mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan akan tertinggal di bumi. Waktu terjadinya rapture tidak ada seorangpun yang tahu karena hanya Bapa di Sorga-lah yang mengetahuinya, dan kita sebagai anaknya diminta untuk mempersiapkan diri untuk menanti saat kedatangan-Nya tersebut. Pada saat terjadi rapture akan terdapat dua kelompok yaitu yang diangkat dan yang tertinggal. Orang-orang yang diangkat sudah pasti akan mengalami sukacita besar karena menjadi bagian dari Kerajaan Sorga, namun untuk kelompok orang-orang yang tertinggal, khususnya orang-orang kristen akan mengalami suatu masa yang sukar, iman mereka kepada Yesus akan diuji melalui siksaan dan juga penderitaan, dan bahkan berujung pada kematian.
Nah, itu sekilas balik saja mengenai apa yang akan terjadi pada saat rapture tersebut, dan saat ini tentu sobat semua mungkin sudah mengetahui jika Hollywood telah memproduksi sebuah film yang berkisah tentang hari yang pengangkatan tersebut, dibintangi oleh aktor kawakan Nicholas Cage, film berjudul Left Behind ini dikemas dengan apik dan seolah mengingatkan kepada kita semua agar bersiap menantikan "waktu Tuhan" tersebut. Di beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai tayang, khususnya di kota Yogyakarta sudah sempat tayang pada jam tayang tengah malam. Namun kabar buruknya adalah ada kemungkinan film ini akan "diboikot" agar tidak tayang di Indonesia karena kekuatiran segelintir orang mengenai pesan-pesan alkitab yang secara jelas disisipkan di dalam film ini. Nah, mumpung masih bisa nonton ayo kita segera saksikan film yang menggambarkan situasi yang akan terjadi pada saat dan setelah terjadinya Rapture. Di bawah ini saya berikan link dari trailer film Left Behind yang sedang populer tersebut.
Minggu, 12 Oktober 2014
Sabtu, 02 Agustus 2014
Mutiara - Salah Satu Perumpamaan Yesus Tentang Kerajaan Sorga
Jika kita berbicara mengenai barang berharga dalam bentuk perhiasan, mutiara adalah salah satu benda yang diperhitungkan selain emas, berlian dan pelbagai batu permata lainnya. Alkitab juga menyatakan bahwa Tuhan Yesus juga memberikan perhatian khusus terhadap mutiara dalam bentuk perumpamaan sebagaimana tercantum dalam Matius 13 : 45 - 46 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." Dalam pengajaran ini, Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Sorga seperti mutiara yang sangat mahal harganya. Pertanyaannya sekarang : Siapakah pedagang yang dinyatakan dalam perumpamaan tersebut, dan melambangkan apakah mutiara itu?
Banyak tafsiran mengatakan bahwa mutiara itu adalah hidup yang kekal dan si pedagang adalah manusia yang harus bekerja dengan keras untuk mendapatkan uang untuk membeli keselamatan alias hidup yang kekal tersebut. Tafsiran ini jelas tidak sesuai dengan seluruh pengajaran Alkitab yang menyatakan bahwa keselamatan itu diperoleh karena semata--mata karena anugerah, dan manusia tak dapat "membelinya". - Sebab oleh karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri - (Efesus 2 : 8 - 9). Kalau begitu, bagaimanakah tafsiran yang benar tentang perumpamaan mutiara ini? Bacalah dengan baik-baik, jawabannya berikut ini :
Mutiara adalah Produk dari Penderitaan
Sebutir mutiara yang mahal terjadi karena ada benda asing yang menyusup masuk ke dalam tubuh seekor tiram. Tiram tersebut merasakan sakit/menderita karena benda asing tersebut membuat tubuhnya mengalami iritasi. Lalu tiram tersebut mencoba untuk menutupi benda asing tersebut dengan apa yang disebut nacre yang terdiri dari saliva (lendir) dan calcium. Sekali tidak berhasil, tiram itu menumpuk satu lapisan dengan lapisan yang lain untuk menutupi benda asing tersebut. Proses ini menunjuk pada penderitaan bagi tiram yang bersangkutan. Bagaimanakah jemaat Kristus dapat terbentuk? Jawabannya hanya satu yaitu melalui penderitaan Yesus di kayu salib! tanpa penderitaan Yesus, tidak akan ada gereja Kristus di atas muka bumi ini
Mutiara Dibentuk dari Sesuatu yang Tidak Berharga
Asal-usul mutiara adalah benda asing yang sama sekali tidak ada harganya. Benda asing tersebut bisa berupa butir pasir, kerikil, tulang kecil dari ikan mati, pecahan koral laut, dlsb. Semuanya adalah benda-benda yang tidak berharga. Hal ini dengan tepat sekali menggambarkan keadaan gereja Kristus yang anggota-anggotanya berasal dari orang-orang berdosa yang seharusnya dihukum di api neraka.
Mutiara Terbentuk Secara Lambat Laun
Proses terjadinya mutiara tidak terjadi secara instant. Mutiara adalah produk dari proses pertumbuhan yang lambat-laun. Setelah melewati proses yang panjang selama beberapa tahun, benda yang tadinya tidak berharga berubah menjadi mutiara yang sangat mahal harganya. Demikian pula halnya dengan gereja Kristus bertumbuh tidak secara instant, tetapi terus bertumbuh dalam kurun waktu lebih dari 2000 tahun, menggenapi Amanat Agung Tuhan Yesus dalam Matius 28 : 19 - 20 (Menjadikan semua bangsa murid Kristus) dan Kisah Para Rasul 1 : 8 (dari Yerusalem - Yudea - Samaria - Ujung Bumi)
Mutiara Tidak Bisa Dipecah
Mutiara mempunyai sifat yang sangat berbeda dengan intan. Intan biasanya harus dipotong dan digosok secara khusus sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen. Mutiara sebaliknya, tidak bisa dipecah menjadi 4 atau 5 bagian. Kalau mutiara dipecah, maka hancurlah mutiara tersebut. Jadi, seuntai kalung mutiara tidak terdiri dari satu mutiara yang dipecah-pecah, tetapi terdiri dari beberapa mutiara yang terpisah satu sama lain, selain itu satu tiram hanya memiliki satu mutiara, hal ini menujukkan adanya suatu unity yang sangat indah. Demikian juga halnya dengan gereja Kristus. Dari luar, secara kasat mata sepertinya gereja terpecah dalam pelbagai denominasi : Baptis, Reformed, Pentakosta, Bethel, Methodist, dlsb. Namun sebenarnya di hadapan Tuhan, semuanya adalah satu.
Mutiara Sangat Mahal Harganya
Menurut para scientist, mutiara alami hanya dapat dijumpai satu dari 10.000 tiram. Itulah sebabnya harga mutiara asli jadi sangat mahal. Sebuah ilustrasi tentang hal ini dapat kita lihat dalam kisah Vitelius, jendral Roma dan ratu Cleopatra dari Mesir & Jendral Mark Anthony. Mutiara yang harganya sangat mahal dalam perumpamaan Yesus ini menggambarkan berapa nilai satu jiwa di hadapan Yesus. Lebih dari seluruh harta di dunia dijadikan satu.
Mutiara Memantulkan Cahaya
Ketika seberkas cahaya menerpa mutiara, terlihat pantulan sinar yang indah. Demikian halnya dengan gereja. Yesus adalah terang dunia (Yohanes 8 : 12). Ketika Yesus kembali ke Sorga, gerejalah yang jadi terang dunia. "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. (Matius 5 : 14 - 15).
Mutiara Dipakai Sebagai Pintu Gerbang Sorga
Ketika memberi penjelasan tentang Yerusalem Baru (sorganya anak-anak Tuhan), Wahyu 21 : 21 menyatakan tentang 12 Pintu Gerbang Sorga yang masing-masing terdiri dari satu mutiara! bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Bukankah mutiara itu ukurannya kecil karena tumbuh di dalam tubuh tiram? Jadi seharusnya pintu gerbang mutiara pasti terdiri dari ribuan butir mutiara. Namun di Yerusalem Baru, satu mutiara untuk satu Pintu Gerbang, alias mutiara segede gajah, bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Bagi Allah tidak ada yang mustahil :)
Sumber : Khotbah Pdt. Larry Nathan Kurniadi di Ibadah Raya GBI Aletheia Yogyakarta
Banyak tafsiran mengatakan bahwa mutiara itu adalah hidup yang kekal dan si pedagang adalah manusia yang harus bekerja dengan keras untuk mendapatkan uang untuk membeli keselamatan alias hidup yang kekal tersebut. Tafsiran ini jelas tidak sesuai dengan seluruh pengajaran Alkitab yang menyatakan bahwa keselamatan itu diperoleh karena semata--mata karena anugerah, dan manusia tak dapat "membelinya". - Sebab oleh karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri - (Efesus 2 : 8 - 9). Kalau begitu, bagaimanakah tafsiran yang benar tentang perumpamaan mutiara ini? Bacalah dengan baik-baik, jawabannya berikut ini :
- Pedagang adalah Tuhan Yesus
- Mutiara adalah kita sekalian = jemaat Kristus
- Dibeli dengan harga yang mahal adalah gambaran kematian Yesus di kayu salib untuk memberikan hidup yang kekal kepada barangsiapa yang percaya (Yohanes 3 : 16)
Mutiara adalah Produk dari Penderitaan
Sebutir mutiara yang mahal terjadi karena ada benda asing yang menyusup masuk ke dalam tubuh seekor tiram. Tiram tersebut merasakan sakit/menderita karena benda asing tersebut membuat tubuhnya mengalami iritasi. Lalu tiram tersebut mencoba untuk menutupi benda asing tersebut dengan apa yang disebut nacre yang terdiri dari saliva (lendir) dan calcium. Sekali tidak berhasil, tiram itu menumpuk satu lapisan dengan lapisan yang lain untuk menutupi benda asing tersebut. Proses ini menunjuk pada penderitaan bagi tiram yang bersangkutan. Bagaimanakah jemaat Kristus dapat terbentuk? Jawabannya hanya satu yaitu melalui penderitaan Yesus di kayu salib! tanpa penderitaan Yesus, tidak akan ada gereja Kristus di atas muka bumi ini
Mutiara Dibentuk dari Sesuatu yang Tidak Berharga
Asal-usul mutiara adalah benda asing yang sama sekali tidak ada harganya. Benda asing tersebut bisa berupa butir pasir, kerikil, tulang kecil dari ikan mati, pecahan koral laut, dlsb. Semuanya adalah benda-benda yang tidak berharga. Hal ini dengan tepat sekali menggambarkan keadaan gereja Kristus yang anggota-anggotanya berasal dari orang-orang berdosa yang seharusnya dihukum di api neraka.
Mutiara Terbentuk Secara Lambat Laun
Proses terjadinya mutiara tidak terjadi secara instant. Mutiara adalah produk dari proses pertumbuhan yang lambat-laun. Setelah melewati proses yang panjang selama beberapa tahun, benda yang tadinya tidak berharga berubah menjadi mutiara yang sangat mahal harganya. Demikian pula halnya dengan gereja Kristus bertumbuh tidak secara instant, tetapi terus bertumbuh dalam kurun waktu lebih dari 2000 tahun, menggenapi Amanat Agung Tuhan Yesus dalam Matius 28 : 19 - 20 (Menjadikan semua bangsa murid Kristus) dan Kisah Para Rasul 1 : 8 (dari Yerusalem - Yudea - Samaria - Ujung Bumi)
Mutiara Tidak Bisa Dipecah
Mutiara mempunyai sifat yang sangat berbeda dengan intan. Intan biasanya harus dipotong dan digosok secara khusus sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen. Mutiara sebaliknya, tidak bisa dipecah menjadi 4 atau 5 bagian. Kalau mutiara dipecah, maka hancurlah mutiara tersebut. Jadi, seuntai kalung mutiara tidak terdiri dari satu mutiara yang dipecah-pecah, tetapi terdiri dari beberapa mutiara yang terpisah satu sama lain, selain itu satu tiram hanya memiliki satu mutiara, hal ini menujukkan adanya suatu unity yang sangat indah. Demikian juga halnya dengan gereja Kristus. Dari luar, secara kasat mata sepertinya gereja terpecah dalam pelbagai denominasi : Baptis, Reformed, Pentakosta, Bethel, Methodist, dlsb. Namun sebenarnya di hadapan Tuhan, semuanya adalah satu.
Mutiara Sangat Mahal Harganya
Menurut para scientist, mutiara alami hanya dapat dijumpai satu dari 10.000 tiram. Itulah sebabnya harga mutiara asli jadi sangat mahal. Sebuah ilustrasi tentang hal ini dapat kita lihat dalam kisah Vitelius, jendral Roma dan ratu Cleopatra dari Mesir & Jendral Mark Anthony. Mutiara yang harganya sangat mahal dalam perumpamaan Yesus ini menggambarkan berapa nilai satu jiwa di hadapan Yesus. Lebih dari seluruh harta di dunia dijadikan satu.
Mutiara Memantulkan Cahaya
Ketika seberkas cahaya menerpa mutiara, terlihat pantulan sinar yang indah. Demikian halnya dengan gereja. Yesus adalah terang dunia (Yohanes 8 : 12). Ketika Yesus kembali ke Sorga, gerejalah yang jadi terang dunia. "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. (Matius 5 : 14 - 15).
Mutiara Dipakai Sebagai Pintu Gerbang Sorga
Ketika memberi penjelasan tentang Yerusalem Baru (sorganya anak-anak Tuhan), Wahyu 21 : 21 menyatakan tentang 12 Pintu Gerbang Sorga yang masing-masing terdiri dari satu mutiara! bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Bukankah mutiara itu ukurannya kecil karena tumbuh di dalam tubuh tiram? Jadi seharusnya pintu gerbang mutiara pasti terdiri dari ribuan butir mutiara. Namun di Yerusalem Baru, satu mutiara untuk satu Pintu Gerbang, alias mutiara segede gajah, bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Bagi Allah tidak ada yang mustahil :)
Sumber : Khotbah Pdt. Larry Nathan Kurniadi di Ibadah Raya GBI Aletheia Yogyakarta
Rabu, 30 Juli 2014
Ketika Namaan Taat, Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah
Naaman sakit kusta. Bagi seorang panglima pasukan dan pahlawan perang, penyakit tersebut jelas sekali sangat mengguncangkan jiwanya. Ia sangat ingin sembuh dari penyakitnya. Oleh karena itu ia mengikuti saran gadis pelayan istrinya untuk datang kepada Nabi Elisa. Namun, Elisa tidak memberikan ramuan, ataupun menumpangkan tangannya untuk berdoa bagi kesembuhannya seperti yang ia bayangkan. Nabi itu hanya menyuruh Namaan untuk mandi sebanyak tujuh kali di Sungai Yordan. Namaan merasa gusar dan kecewa. Tetapi, setelah dibujuk oleh pegawainya, ia mau juga melakukannya dan pulihlah tubuhnya dari kusta. Ia menjadi tahir, dan mendatangi Elisa untuk mengakui kebesaran Allah Israel.
Seringkali kita tidak setuju dengan cara Allah untuk memulihkan kehidupan kita. Cara yang digunakan-Nya seringkali terlihat aneh, dan bahkan tampak mustahil di mata manusia, sehingga kita jadi meragukan dan mempertanyakan hal tersebut. Sebaliknya, kadang cara-Nya terkesan sangat mudah dan tidak menuntut kerja keras kita. Kita tidak boleh meremehkannya karena tidak ada sesuatupun yang mustahil bagi Tuhan. Sebenarnya, cara-Nya yang tidak lazim tersebut justru mendorong kita untuk semakin mengerti jalan Allah yang misterius, meskipun cara-Nya seringkali tidak kita pahami, Dia tetap layak untuk dipercayai.
Sewaktu kita mulai mempercayai dan mengikuti cara Allah, kita belajar untuk semakin mengenal cara berpikir dan cara kerja Allah dalam kehidupan kita. Dengan mengesampingkan pola pikir manusiawi, kita memperbaharui pikiran yang selanjutnya berdampak pada pembaharuan dan pemulihan hidup kita.
Sumber : Buku Renungan Harian
Seringkali kita tidak setuju dengan cara Allah untuk memulihkan kehidupan kita. Cara yang digunakan-Nya seringkali terlihat aneh, dan bahkan tampak mustahil di mata manusia, sehingga kita jadi meragukan dan mempertanyakan hal tersebut. Sebaliknya, kadang cara-Nya terkesan sangat mudah dan tidak menuntut kerja keras kita. Kita tidak boleh meremehkannya karena tidak ada sesuatupun yang mustahil bagi Tuhan. Sebenarnya, cara-Nya yang tidak lazim tersebut justru mendorong kita untuk semakin mengerti jalan Allah yang misterius, meskipun cara-Nya seringkali tidak kita pahami, Dia tetap layak untuk dipercayai.
Sewaktu kita mulai mempercayai dan mengikuti cara Allah, kita belajar untuk semakin mengenal cara berpikir dan cara kerja Allah dalam kehidupan kita. Dengan mengesampingkan pola pikir manusiawi, kita memperbaharui pikiran yang selanjutnya berdampak pada pembaharuan dan pemulihan hidup kita.
Sumber : Buku Renungan Harian
Langganan:
Postingan (Atom)




