Kamis, 28 November 2013

Kisah Seorang Raja dengan Empat Orang Istri

Ada sebuah kisah inspiratif yang menurut saya cukup menarik. Cerita ini saya temukan saat sedang iseng membuka internet untuk sekedar menghabiskan waktu luang saja. Alkisah di sebuah negri yang sangat makmur hiduplah seorang raja yang sangat berkuasa, berwajah tampan dan gagah serta hiduplah bergelimang kemewahan. Di usianya yang menginjak angka 45 tahun dia telah menikah sebanyak empat kali alias memiliki 4 orang istri. Keempat istri tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri di mata sang raja.

Istri keempat
Tentu saja karena usianya yang paling muda (sekitar 18-22 tahun), maka istri keempat otomatis menjadi istri yang paling disayang oleh sang raja. Raja selalu memanjakannya dengan perlakuan yang sangat istimewa dengan memberikan bermacam-macam hadiah yang sangat mahal dan berbagai makanan yang paling enak, intinya adalah semua yang terbaik selalu dipersembahkan oleh sang raja untuk istri keempatnya ini.





Istri ketiga
Usianya sedikit lebih dewasa dari istri keempat memiliki kelebihan lain yaitu usianya yang berada dalam usia keemasan (sekitar 23 - 28 tahun) memiliki aura kecantikan yang lebih baik dari ketiga istri yang lainnya, sehingga sang raja pun begitu memujanya dan sangat suka memamerkan istri ketiganya tersebut di hadapan para pejabat-pejabatnya. Tak mengherankan memang, karena istri ketiganya ini bisa dibilang sebagai wanita tercantik di seantero negri, sehingga sang raja sungguh tergila-gila padanya dan menghabiskan paling banyak waktu untuk berduaan dengan istri ketiga tersebut.

 
Istri kedua
Sang raja juga menyayangi istri keduanya, dengan usianya saat ini sekitar 35 tahun, sang istri kedua memiliki kelebihan lain yaitu tingkat kedewasaan yang cukup baik, memiliki kematangan mental yang bagus sehingga sering dijadikan tempat curahan hati sang raja. Jika dia mengalami masa-masa sulit maka istrinya ini bisa membantunya dan menguatkannya untuk melalui masa-masa sulit tersebut.
 




Isteri pertama
Istri pertamanya adalah pasangan yang sangat setia dan merupakan sosok yang telah memberikan banyak kontribusi bagi kerajaannya. Namun dengan usianya yang sudah beranjak "tua" yaitu sekitar 40 tahun dan kecantikan yang sedikit memudar membuat sang raja tidak begitu memperhatikannya, meskipun sang istri begitu setia dan mencintainya tetap sulit bagi sang raja untuk memperhatikannya karena dia masih memiliki tiga istri lain yang lebih cantik dan menyenangkan sehingga ia nyaris tidak memiliki waktu bersama dengan istri pertamanya tersebut.




Suatu hari, raja mengalami sakit keras dan dia sadar bahwa ajalnya sudah semakin dekat. Dalam kondisi sekarat tersebut kemudian dia teringat akan keempat istrinya. Kemudian dia memanggil sang istri satu persatu, urut mulai dari istri keempat dan mulai bertanya kepada mereka. Lalu mulailah sang raja bertanya kepada istri keempatnya, "Tahukah kamu bahwa sampai saat ini kamu adalah istri yang paling aku cintai, yang terbaik selalu kuberikan kepadamu, jika aku mati apakah kau akan terus mengikuti dan menemaniku?. Tidak disangka-sangka ternyata jawaban sang istri begitu melukai hati raja, karena dengan ketus istrinya menjawab "Tidak akan pernah" (sambil berlalu pergi).

Kemudian dia teringat akan istri ketiganya yang begitu cantik mempesona, dan pertanyaan yang sama diajukannya kepada istri ketiga tersebut. Sekali lagi jawaban yang diterima membuat hatinya serasa makin remuk, karena dengan santainya sang istri menjawab, "Aku masih sangat muda dan cantik, hidupku masih panjang dan masih banyak lelaki kaya lain yang mau menikah denganku. Maaf aku tidak mau mengikutimu" (dengan gaya bahasa yang sinis).

Sang raja merasa bumi seakan berputar-putar dan langit seolah runtuh menimpa kepalanya. Disaat seperti itu kemudian dia teringat akan istri keduanya yang begitu bijaksana dan lembut, yang selalu ada saat dia membutuhkan pertolongan, lalu sang rajapun kembali mengajukan pertanyaan yang sama kepada istri keduanya. Kali ini jawaban sang istri tidak seperti yang dia harapkan sebelumnya, biasanya jawaban dari istri kedua selalu menyenangkan hatinya tapi kali ini kembali meremukkan perasaannya, namun ia masih bersyukur karena sang istri memberi jawaban penolakan dengan suara yang halus dan lembut, "Maafkan aku sayang, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaanmu, yang bisa aku lakukan hanya sekedar menemani hingga ajal menjemputmu dan aku hanya bisa mengantarkan hingga ke pemakamanmu saja".

Hilang sudah harapan sang raja setelah mendengar jawaban dari ketiga istrinya, saat itu semnagat hidupnya sudah semakin pudar, dan dia sudah lupa jika istri pertamanya belum sempat dipanggil dan menjawab pertanyaannya hingga tiba-tiba dia mendengar suatu suara yang sangat lembut menghampirinya dan berkata "Kemanapun kau pergi aku akan selalu bersamamu dan menemanimu". Sang raja tersentak dan kaget mendengar suara itu, sontak ia memalingkan wajahnya dan ia melihat istri pertamanya berdiri disampingnya dengan seulas senyum dibibirnya. Tubuhnya tampak kurus dan seperti tidak terawat. Akhirnya sang raja tersadar dan dengan rasa penyesalan yang sangat mendalam ia berkata kepada istri pertamanya, 'Maafkan aku sayang, seharusnya aku lebih peduli dan lebih memperhatikanmu saat aku masih memiliki kesempatan". Sang rajapun tidak lama kemudian akhirnya meninggal dan istri pertama memenuhi janjinya untuk terus menemani hingga akhir hayatnya.

Ada banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik dari cerita ini karena dalam kehidupan nyata, sesungguhnya kita semua memiliki "4 istri" ini dalam hidup kita.
  • Istri keempat, adalah tubuh kita. Kita selalu berusaha membuatnya bagus dan terlihat muda. Begitu banyak usaha dan pengorbanan yang kita lakukan untuk membuatnya selalu dalam kondisi bagus dan prima tapi tetap saja dia tidak akan pernah mengikuti kita saat kita meninggalkan dunia.
  • Istri ketiga, adalah ambisi kita. Selama kita hidup didunia hal yang paling sering kita perhatikan dan kita banggakan adalah harta, kekayaan dan kedudukan kita. Tak peduli bagaimanapun kerasnya kita berusaha untuk mempertahankannya, toh pada akhirnya saat kita meninggal maka semuanya itu akan jatuh ke tangan orang lain.
  • Istri kedua, adalah keluarga dan sahabat-sahabat kita. Kita memang sayang kepada mereka tetapi biasanya kita hanya ingat kepada mereka saat kesulitan atau masalah datang kepada kita. Tidak peduli berapa banyaknya waktu yang kita habiskan dalam hidup untuk bersama mereka, namun kenyataannya mereka hanya bisa menemani dan mengiring kita hingga ke pemakaman saja.
  • Istri pertama, adalah jiwa, roh, dan iman kita. Kita seringkali mengabaikannya karena kita sibuk memenuhi kepuasan nafsu kita akan kekayaan dan kekuasaan. Padahal justru saat kita meninggal maka merekalah yang mengasihi kita akan dengan setia menemani kita kemanapun kita pergi
So, mana yang akan kita pilih untuk lebih kita perhatikan selama kita masih hidup saat ini? :)

Beberapa Sebab Mengapa Ada Doa Yang Tidak Dijawab Tuhan (Part 2)

Melanjutkan artikel saya sebelumnya Beberapa Sebab Mengapa Ada Doa Yang Tidak Dijawab Tuhan (Part 1), disana kita sudah membahas tiga dari tujuh sebabnya dan pada bagian ini kita akan melihat empat alasan lagi sebab mengapa ada doa yang tidak terjawab. Mari kita lihat satu per satu :

Kebimbangan
Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan khawatir, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan (Yakobus 1 : 6 - 7). Sebaliknya Markus 11 : 24 memberikan kepada kita sebuah janji yang luar biasa yang erat hubungannya dengan iman yang teguh. "Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka kamu akan menerimanya."

Tidak mau mengampuni

Markus 11 : 25 - 26 ) Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di Sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di Sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu). Pada ayat ini kita diajarkan bahwa kunci dari doa yang dijawab oleh Tuhan adalah hati yang terbuka untuk melepaskan pengampunan yang tulus kepada orang lain.

Enggan berada tetap di dalam Kristus
Tuhan Yesus menegaskan dalam Yohanes 15 : 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Banyak sekali orang tidak menerima jawaban doa karena sudah lama tidak lagi melekat pada Pokok Anggur yang benar. Biasanya orang-orang seperti ini sudah mengabaikan dan lupa dengan jam-jam ibadah, apalagi membaca Kitab Suci. Yang sungguh ironis adalah justru orang-orang yang seperti inilah yang seringkali marah kepada Tuhan ketika doa-doanya tidak dijawab.

Kurang Tekun
Dalam pengajaran-Nya tentang doa, Tuhan Yesus menegaskan satu syarat - Harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Lukas 18 : 1). Yesus kemudian memberikan sebuah perumpamaan tentang hakim yang lalim dan seorang janda yang terus menerus mengajukan permohonan supaya masalahnya cepat diatasi. Melalui hal ini kita banyak belajar untuk melihat sebuah jawaban doa yang berbunyi - Harap sabar menunggu :)

Bagaimana sikap kita terhadap doa yang belum dijawab Tuhan
Ada kalanya jawaban dari doa yang kita panjatkan tidak terjadi secara instant seperti apa yang kita inginkan, tetapi kita harus menunggu beberapa waktu lamanya. Memang menunggu adalah suatu pekerjaan yang sangat membosankan tapi berdasarkan pengalaman yang terjadi menyatakan bahwa God's timing is the best timing yang artinya bahwa kita harus bersabar dengan waktunya Tuhan, karena waktu Tuhan adalah waktu yang terbaik. Jadi jangan cepat-cepat marah kepada Tuhan karena belum menjawab doa-doa kita, siapa tahu jawaban dari Tuhan berbunyi -  Sabarlah menunggu waktunya Tuhan.

Rabu, 27 November 2013

Beberapa Sebab Mengapa Ada Doa Yang Tidak Dijawab Tuhan (Part 1)

Dalam bagian Alkitab yang dikenal sebagai "Khotbah di Bukit", Tuhan Yesus banyak memberikan pengajaran tentang doa sebagaimana dicatat dalam Matius 7 : 7 - 8, "Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan".

Berdasarkan ayat ini, maka banyak sekali doa yang dipanjatkan orang beriman ke Sorga. Hasilnya, kita bisa melihat betapa dasyatnya Tuhan menjawab doa-doa tersebut sehingga apa yang tadinya kelihatan seperti sesuatu yang mustahil ternyata dapat menjadi kenyataan. Akan tetapi, kita juga harus mau menerima kenyataan bahwa ada beberapa doa-doa yang tidak mendapatkan jawaban "Ya" dari Sorga. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa doa-doa tersebut tidak mendapat jawaban? Disini kita mendapat pengajaran mengenai 7 sebab mengapa ada doa yang tidak dijawab. Mari kita lihat satu per satu dan pada bagian ini kita akan membahas 3 alasan terlebih dahulu.

Ada dosa yang belum dibereskan
Dalam Yesaya 59 : 1 - 3 dinyatakan dengan jelas bahwa Tuhan selalu siap untuk menolong dan memberkati, namun dosa menjadi sekat penghalang terbesar untuk sampainya jawaban doa. Mazmur 66 : 18 juga menegaskan - Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. Dengan demikian kita tahu bahwa syarat utama dari sebuah doa yang dikabulkan adalah semua dosa harus diakui dan dibereskan terlebih dahulu di hadapan Tuhan.

Motivasi yang salah
Motivasi dapat diibaratan sebagai fondasi dari sebuah bangunan, yang tidak kelihatan dari permukaan namun merupakan bagian terpenting dari sebuah bangunan. Fondasi yang kuat dan kokoh akan membuat bangunan mampu berdiri dengan tegak dan megah, sedangkan fondasi yang goyah akan membuat bangunan tidak akan lama berdiri dan mudah runtuh. Apabila kita memperhatikan setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia, tentu ada suatu motivasi dibalik semuanya itu, termasuk juga dalam hal berdoa. Misalnya saja sebagai contoh, ada seorang laki-laki yang sudah beristri berdoa kepada Tuhan agar diberkati supaya bisa menjadi kaya dan memiliki harta yang berlimpah, tetapi motivasinya adalah jika dia menjadi kaya maka dia hendak menikah lagi dengan calon istri yang lebih muda dan cantik. Tentu saja doa seperti ini memiliki motivasi yang salah di hadapan Tuhan.

Apabila doa dinaikkan dengan motivasi yang salah, maka doa itu akan dijawab "Tidak" oleh Tuhan. Seperti yang tercatat dalam Yakobus 4 : 3 "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu akan kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu". Jadi, syarat untuk sebuah doa yang dikabulkan adaah memiliki motivasi yang benar di hadapan Tuhan.

Hubungan suami istri yang tidak harmonis
Pada 1 Petrus 3 : 7 - "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang." Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa hubungan suami istri yang tidak harmonis bisa menyebabkan terjadinya doa yang terhalang. Sebaliknya Tuhan Yesus menegaskan apabila dua orang sehati memohon sesuatu maka permohonan itu akan dikabulkan oleh-Nya (Matius 18 : 19). Seringkali hal ini tidak diperhatikan oleh kita sebagai orang Kristen, padahal unsur keharmonisan dalam keluarga ini sangat menentukan jawaban doa dari Sorga.

Untuk empat alasan yang lain akan kita bahas pada artikel saya selanjutnya yaitu Beberapa Sebab Mengapa Ada Doa Yang Tidak Dijawab Tuhan (Part 2).