Selasa, 15 September 2015

Bunda Teresa - Kisah Hidup Misionaris Katolik Yang Mengguncangkan Dunia

Bunda Teresa (Agnes Gonxha Bojaxhiu) dilahirkan di Uskub, Kerajaan Ottoman, 26 Agustus 1910 dan meninggal dunia di Kalkuta, India, pada 5 September 1997 dalam usia 87 tahun. Ia adalah seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan memiliki kewarganegaraan India. Dia adalah seorang anak bungsu dari sebuah keluarga di Shkoder, Albania, yang lahir dari pasangan Nikolle dan Drana Bojaxhiu. Ayahnya yang terlibat dalam politik Albania, dan meninggal pada tahun 1919 pada saat ia berusia delapan tahun. Setelah kematian ayahnya, ibunya membesarkannya sebagai seorang Katolik Roma. Ayahnya, Nikollë Bojaxhiu (namanya berarti 'pelukis') berasal dari Prizren, Kosovo. Sementara, ibunya diduga berasal dari sebuah desa dekat Dokovica, Kosovo.


Menurut sebuah biografi yang ditulis oleh Joan Graff Clucas, pada tahun-tahun awal hidupnya Agnes terpesona oleh cerita-cerita dari kehidupan misionaris dan pelayanan mereka di Benggala. Kemudian pada usia 12 tahun, ia merasa sangat yakin dan mulai berkomitmen untuk kehidupan beragama dan merasa mendapatkan panggilan untuk melayani orang miskin. Keputusan akhirnya diambil pada tanggal 15 Agustus 1928, sewaktu ia sedang berdoa di kuil Madonna Hitam di Letnice, tempat dimana ia sering pergi berziarah. Ia pergi meninggalkan rumahnya pada usia 18 tahun dan bergabung dengan Kesusteran Loreto sebagai salah seorang misionaris. Sejak saat itu, ia tidak pernah lagi bertemu dengan ibu atau saudara perempuannya.




Pada tahun 1950, Ia mendirikan Misionaris Cinta Kasih (bahasa Inggris: Missionaries of Charity) di Kalkuta, India. Selama kurun waktu lebih dari 45 tahun, ia bekerja melayani banyak orang miskin, orang sakit, yatim piatu dan juga orang yang sekarat, selain itu ia juga membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Setelah meninggal dunia, ia diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II dan diberi gelar Beata Teresa dari Kalkuta.

Pada sekitar tahun 1970, ia mulai dikenal di dunia internasional melalui pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya. Misionaris Cinta Kasih terus mengalami perkembangan pesat sepanjang hidupnya dan pada saat ia meninggal dunia, ia telah menjalankan sekitar 610 misi kemanusiaan di 123 negara, termasuk rumah penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. Banyak pemerintah, organisasi sosial dan juga tokoh-tokoh terkemuka di dunia telah terinspirasi dari karya-karyanya, namun juga tak sedikit filosofi dan implementasi Bunda Teresa yang menghadapi banyak kritik dari berbagai kalangan. Ia menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan dari pemerintah India, Bharat Ratna (1980) dan Penghargaan Perdamaian Nobel pada tahun 1979. Bunda Teresa merupakan salah satu tokoh yang paling dikagumi dalam sejarah dunia modern. Saat peringatan ulang tahunnya yang ke-100 pada tahun 2010 yang lalu, seluruh dunia menghormatinya dan karyanya dipuji oleh Presiden India, Pratibha Patil.


Bunda Teresa dibaringkan dalam ketenangan di Gereja St. Thomas, Kalkuta selama satu minggu sebelum pemakamannya pada September 1997. Ia diberi pemakaman kenegaraan oleh pemerintah India dalam rasa syukur atas jasanya kepada kaum miskin dari semua agama di India. Kematiannya ditangisi baik di masyarakat sekuler dan religius. Dalam upetinya, Nawaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan mengatakan bahwa Bunda Teresa adalah "Seorang individu langka dan unik yang tinggal lama untuk tujuan yang lebih tinggi". Pengabdian seumur hidupnya untuk merawat orang miskin, orang sakit, dan kurang beruntung merupakan salah satu contoh pelayanan tertinggi untuk umat manusia. Mantan Sekjend PBB, Javier Perez de Cuellar mengatakan: "Ia adalah Pemersatu Bangsa. Ia adalah perdamaian di dunia ini".

Senin, 14 September 2015

Martin Luther - Tokoh Reformasi Kristen Pendiri Gereja Lutheran


Martin Luther adalah seorang pastur Jerman dan ahli teologi Kristen serta pendiri Gereja Lutheran, aliran Gereja Protestan, pecahan dari Katolik Roma. Ia dilahirkan di Eisleben, Kekaisaran Romawi Suci, pada tanggal10 November 1483 dan meninggal dunia di Eisleben, Kekaisaran Romawi Suci, pada tanggal 18 Februari 1546 dalam usia 62 tahun.

Dia bisa dikatakan sebagai salah satu tokoh terkemuka bagi Reformasi kekristenan di dunia. Ajaran-ajarannya tidak hanya mengilhami gerakan Reformasi, namun ajarannya juga cukup memengaruhi doktrin, dan budaya Lutheran serta tradisi Protestan saat ini. Martin Luther menyerukan kepada Gereja agar kembali kepada ajaran-ajaran Alkitab yang benar, dan seruan-seruannya tersebut telah melahirkan tradisi baru didalam agama Kristen.

Gerakan-gerakan pembaruan yang dilakukannya berakibat pada perubahan radikal yang juga terjadi di lingkungan Gereja Katolik Roma dalam bentuk Reformasi Katolik. Sumbangan-sumbangan pemikiran Martin Luther terhadap kemajuan peradaban Barat dianggap jauh melampaui kehidupan Gereja Kristen. Dari berbagai terjemahan Alkitabnya telah ikut mengembangkan versi standar bahasa Jerman dan dia berhasil menambahkan sejumlah prinsip dalam seni penerjemahan. Berbagai lagu dan nyanyian rohani yang diciptakannya memberi ilham terhadap perkembangan nyanyian jemaat dalam Gereja Kristen.

Martin Luther menikah pada 13 Juni 1525 dengan Katharina von Bora dan melalui pernikahannya ini mengakibatkan munculnya gerakan pernikahan pendeta di kalangan banyak tradisi Kristen. Pada tahun 1522 Luther menerbitkan sebuah terjemahan Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Jerman, sedangkan pada 1534 ia bersama dengan rekan-rekannya berhasil menyelesaikan terjemahan Alkitab Perjanjian Lama yang kemudian secara keseluruhan Alkitab diterbitkan. Dia terus bekerja memperbaiki terjemahan tersebut sampai akhir hidupnya.

Terjemahan Luther menggunakan varian dari bahasa Jerman yang biasa digunakan sehari-hari, sehingga mudah dimengerti baik di Jerman Utara maupun Jerman Selatan. Tujuannya adalah supaya Alkitab dengan mudah diakses, dibaca dan dipahami oleh masyarakat Jerman, "Kita berusaha dengan keras untuk menghilangkan hambatan dan kesulitan sehingga orang lain dapat membacanya tanpa hambatan". Alkitab terjemahan Martin Luther menjadi Alkitab berbahasa Jerman pertama yang diterbitkan. Dalam dua bulan sejak diterbitkan, Alkitab ini telah terjual hingga 5000 kopi.

Jumat, 11 September 2015

Jangan Pernah Meragukan Kuasa Tuhan

Meister Eckhart pernah mengatakan, "Semakin Anda kurang berteori tentang Allah, maka Anda akan semakin terbuka untuk menerima berkat-Nya." Pernyataan ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus, "Dimanakah orang berhikmat? Dimanakah Ahli Taurat? Dimanakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah memberi hikmat dunia ini menjadi kebodohan?"

Banyak orang mengukur kemampuan Tuhan dan jalan pikiran Tuhan dengan kemampuan dan jalan pikiran mereka sendiri. Jalan pikiran seperti itu, hanya akan membuahkan ketakutan dan kekuatiran yang terus mengancam kita. Bukan hanya itu saja, orang juga akan menjadi sombong karena kemudian mereka merasa mampu mengerjakan segala sesuatu dengan kemampuan mereka dan mengandalkan kemampuan mereka sepenuhnya untuk mengatasi masalah mereka. Pada akhirnya, mereka gagal karena mereka tidak sadar akan keterbatasan mereka.

Tuhan ingin agar kita senantiasa mengandalkan Dia dan percaya kepadaNya tanpa harus bertanya mengapa begini dan mengapa begitu. Tuhan mau agar kita melakukan saja, apa yang bisa kita lakukan. Tuhan ingin agar kita taat kepadaNya, sebab itulah yang menjadi bagian kita.

Janganlah menganggap diri kita yang paling benar dan berhikmat sehingga kita terlalu sombong dengan jalan hidup kita. Sikap seperti ini hanya akan membuat kita jatuh. Sebaliknya, jangan menganggap diri pandai tetapi andalkanlah Tuhan senantiasa. Mintalah hikmat dan petunjukNya sebelum melakukan sesuatu. Demikian juga jika kita menghadapi masalah-masalah yang rumit. Janganlah kita memaksakan diri kita untuk melakukan apa yang tidak dapat kita lakukan. Tetapi berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan berserulah kepadaNya dengan iman dan penyerahan diri.

Percayalah bahwa Tuhan akan bekerja dalam kelemahan kita. Dia akan memampukan apa yang tidak mampu kita lakukan. Jangan kuatir sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. kekuatanNya dasyat dan tidak terukur, jalanNya tidak terselami, jadi jangan mencoba untuk mengukur kemampuanNya dengan kemampuan kita, tetapi berserah diri dan percayalah. Maka mukjizat akan terjadi. GBU. (Hikmat Wanita)