Tuhan Yesus paling sering melontarkan kritikNya kepada kelompok orang Farisi dan para ahli Taurat. Keyakinan Farisi adalah ketaatan pada hukum, hidup diatur dengan mendetail dan sangat teliti. Mereka menetapkan 613 peraturan Tuhan dengan rincian : 248 perintah yang harus dilaksanakan dan 365 larangan. Mereka menerapkan pagar atau rambu-rambu yang ketat agar tidak ada pelanggaran-pelanggaran baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Peraturan ini seringkali memberatkan bagi orang-orang kecil yang tidak mampu secara ekonomi. Secara lahiriah, mereka tampak seperti orang yang taat pada Allah karena mereka terpandang, sering beribadah, memimpin ibadah, dan tahu serta melakukan aturan-aturan yang berlaku. Namun sebagai pemuka agama, mereka gagal memberi teladan dan pengajaran tentang nilai dan hakekat tentang kehidupan rohani.
Mereka hanya mengikat diri mereka sendiri dan orang lain pada peraturan-peraturan, sedangkan hati mereka sama sekali tidak terikat pada Tuhan. Mereka beribadah seperti orang yang sangat taat, namun hati mereka tidak memiliki cinta kasih, baik kepada Tuhan maupun sesama. Pikiran mereka hanya terpusat pada keinginan mereka sendiri saja.
Yesus juga paham benar tentang hukum Taurat, sejak kecil Yesus gemar berdiskusi dengan para pemuka agama. Namun demikian, Yesus tidak terpaku pada ajaran-ajaran yang menyangkut tata lahiriah belaka. Sebaliknya, Yesus menekankan pada apa yang menjadi kehendak Tuhan, yaitu cinta kasih. Itulah hukum yang utama yang sudah merangkum semua hukum di dalam Alkitab.
Peraturan memang baik untuk mengendalikan perilaku masyarakat. Namun, motivasi dalam menjalankan peraturan dan terutama motivasi dalam beribadah jauh lebih penting nilainya. Tuhan tidak ingin kita menjadi orang yang munafik seperti halnya orang Farisi. Tuhan mau kita melakukan ajaranNya dengan hati yang tulus, dan dengan motivasi yang benar yaitu untuk menyenangkan hati Tuhan saja. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, apalagi hanya karena ingin tampil dan dilihat orang. Kemunafikan dan kebohongan adalah dosa yang menodai ibadah kita. Sebaliknya, kesungguhan, ketulusan, dan kesetiaan kita untuk hidup dalam kebenaran, dengan jujur, akan berkenan bagi Tuhan dan tentunya akan mendatangkan berkat yang luar biasa bagi hidup kita. GBU (Hikmat Wanita)
Senin, 13 Juli 2015
Senin, 29 Juni 2015
Rapture - Tujuan dan Rahasia yang Terkandung di Dalamnya
Kata "Rapture" tidak terdapat di dalam Alkitab bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Mengapa? Karena Rapture berasal dari kata latin "Raptu", kata yunaninya adalah "Harpazo" yang artinya diangkat secara tiba-tiba (to be caught up). I Tesalonika 4 : 16-17, "Pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat (Harpazo) bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan."
Tujuan Rapture
Tujuan Rapture dinyatakan dengan jelas di dalam I Tesalonika 1 : 10 yaitu Untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkanNya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang. Didalam Kitab Wahyu pasal 4, Rasul Yohanes melihat pintu sorga dan ada suara yang berseru "Naiklah kemari", ini merupakan gambaran dari Rapture. Baru kemudian di dalam Wahyu pasal ke-19 kita membaca bagaimana umat tebusan Kristus sudah berada di sorga dan siap datang kembali ke bumi bersama dengan Sang Juruselamat yang datang sebagai King of kings and Lord of lords. Disini kita bisa melihat begitu besarnya kasih Yesus kepada umat tebusanNya sehingga Ia memberikan perlindungan khusus dalam bentuk Rapture ini, lihat Wahyu 3 : 10, "Karena engkau menuruti firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi."
Rahasia Rapture
Rasul Paulus di dalam I Korintus 15 : 51-52 membuka sebuah rahasia buat kita semua - "Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia (musterion), kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang yang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semuanya akan diubah." Ayat ini memberikan suatu pengertian yang sangat luar biasa yaitu bahwa Rapture akan terjadi dalam waktu yang teramat sangat cepat, dan Rapture sebagai "The Blessed Hope" mengandung berkat yang dasyat luar biasa, apabila kita semua masih hidup pada saat itu, kita tidak akan mengalami kematian. Kita akan diubah dalam sekejap mata dan bertemu dengan our Beloved Savior, Jesus Christ.
Seberapa Dekat Rapture Akan Terjadi?
Hanya Tuhan saja yang tahu kapan Rapture akan terjadi. Rapture bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Namun Tuhan Yesus mau kita bisa membaca tanda-tanda jaman. Sebuah pemikiran tentang we are very close to Rapture muncul dari buah karya St. Malachy, seorang rahib dari Irlandia yang pada tahun 1139 mendapatkan "wahyu khusus" tentang 112 pimpinan gereja Roma sejak dari masanya sampai yang terakhir di akhir zaman.Menariknya, pimpinan (Paus) yang sekarang ini adalah Paus di urutan ke-112 atau yang terakhir di dalam daftar panjang St. Malachy. Apakah pimpinan yang sekarang ini merupakan yang terakhir? Hanya Tuhan yang tahu, tugas kita adalah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatanganNya. GBU
Tujuan Rapture
Tujuan Rapture dinyatakan dengan jelas di dalam I Tesalonika 1 : 10 yaitu Untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkanNya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang. Didalam Kitab Wahyu pasal 4, Rasul Yohanes melihat pintu sorga dan ada suara yang berseru "Naiklah kemari", ini merupakan gambaran dari Rapture. Baru kemudian di dalam Wahyu pasal ke-19 kita membaca bagaimana umat tebusan Kristus sudah berada di sorga dan siap datang kembali ke bumi bersama dengan Sang Juruselamat yang datang sebagai King of kings and Lord of lords. Disini kita bisa melihat begitu besarnya kasih Yesus kepada umat tebusanNya sehingga Ia memberikan perlindungan khusus dalam bentuk Rapture ini, lihat Wahyu 3 : 10, "Karena engkau menuruti firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi."
Rahasia Rapture
Rasul Paulus di dalam I Korintus 15 : 51-52 membuka sebuah rahasia buat kita semua - "Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia (musterion), kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang yang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semuanya akan diubah." Ayat ini memberikan suatu pengertian yang sangat luar biasa yaitu bahwa Rapture akan terjadi dalam waktu yang teramat sangat cepat, dan Rapture sebagai "The Blessed Hope" mengandung berkat yang dasyat luar biasa, apabila kita semua masih hidup pada saat itu, kita tidak akan mengalami kematian. Kita akan diubah dalam sekejap mata dan bertemu dengan our Beloved Savior, Jesus Christ.
Seberapa Dekat Rapture Akan Terjadi?
Hanya Tuhan saja yang tahu kapan Rapture akan terjadi. Rapture bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Namun Tuhan Yesus mau kita bisa membaca tanda-tanda jaman. Sebuah pemikiran tentang we are very close to Rapture muncul dari buah karya St. Malachy, seorang rahib dari Irlandia yang pada tahun 1139 mendapatkan "wahyu khusus" tentang 112 pimpinan gereja Roma sejak dari masanya sampai yang terakhir di akhir zaman.Menariknya, pimpinan (Paus) yang sekarang ini adalah Paus di urutan ke-112 atau yang terakhir di dalam daftar panjang St. Malachy. Apakah pimpinan yang sekarang ini merupakan yang terakhir? Hanya Tuhan yang tahu, tugas kita adalah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatanganNya. GBU
Cara Menyembah Tuhan Dengan Benar
Disitu dapat kita lihat bahwa Yesus menolak untuk menyembah Setan, tetapi Dia memilih untuk melihat Allah. Menyembah adalah tujuan utama Tuhan menciptakan kita. Lalu bagaimanakah kita menyembah Allah dengan benar?
Yohanes 4 : 24 menjawab, "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam Roh dan kebenaran." Menyembah Tuhan tidak terbatas pada tata cara ibadah, menjalankan peraturan atau sekedar aktif terlibat di dalam pelayanan gereja. Semua itu mendukung dalam usaha kita untuk menyembah Dia, tetapi menyembah Tuhan yang utama adalah hidup di dalam Roh. Artinya kita menjalani kehidupan kita sesuai dengan Firman Tuhan dan bimbingan dari Roh Kudus.
Kehidupan seperti demikian tidak dapat ditempuh dengan sekali jadi. Kita memerlukan proses yang panjang dan kita harus membangun hubungan dengan Tuhan secara terus menerus. Kita harus membangun iman dalam kepercayaan dan penyerahan diri. Kita harus rajin mendengarkan suara Tuhan dan melatih kepekaan kita serta menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita. Tidak ada kebahagiaan yang lebih daripada menyembah Tuhan. Di dalam Tuhan-lah berkat kebahagiaan dan segala kebaikan akan dilimpahkan ke dalam kehidupan kita. Karena itu, marilah kita datang dan bersujud kepadaNya. Marilah kita datang, mendengar dan melakukan apa yang menjadi kehendakNya. (HW)
Langganan:
Postingan (Atom)


