- Tuhan tidak bisa membiarkan orang menabur seenaknya tanpa menuai
Di dalam Galatia 6 : 7 - 8, Rasul Paulus menjelaskan tentang hukum tabur tuai ini. Ini adalah sebuah hukum yang pasti. Tuhan tidak akan membiarkan orang menabur tetapi tidak menuai. Pertanyaannya : Jika memang ada hukum tabur tuai, mengapa ada banyak orang yang berbuat dosa dan kejahatan seenaknya namun sepertinya tidak mendapatkan hukuman apa-apa? Jawabannya ada di dalam Pengkhotbah 8 : 11, "Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat."
Jelasnya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan orang menabur tetapi tidak menuai, akan ada hari payday (hari pembayaran) dimana kelak semua orang yang berbuat jahat akan berdiri di hadapan Takhta Allah yang disebut Takhta Putih Besar, dan pada saat itulah semua orang akan mendapatkan ganjaran atas segala perbuatannya. - Tuhan tidak bisa menyelamatkan orang yang menolak untuk menerima anugerah-Nya
Tuhan sudah menyediakan kasih karunia pengampunan dosa yang membawa pada keselamatan, dan bagian manusia adalah Mau percaya dan menerima anugerah Tuhan yang sangat indah tersebut. Lalu bagaimana jika manusia tidak mau percaya dan menolak kasih karunia yang ditawarkan kepadanya? Jika begitu, maka Allah tidak bisa menyelamatkan orang tersebut. Keselamatan hanya diberikan kepada orang yang mau menerimanya saja. (Roma 10 : 9 -10) - Tuhan tidak bisa mengingat dosa manusia yang telah diampuni-Nya
Berkali-kali di dalam Alkitab, Allah menyatakan tentang kebenaran yang sangat indah dan memberikan kelegaan bagi kita semua. Perhatikanlah ayat-ayat berikut ini. Yesaya 44 : 22, "Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup", dan juga Mikha 7 : 18 - 19, "Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan dosa kita ke dalam tubir-tubir laut."
Contohnya adalah Saulus yang dulu tangannya berlumuran darah orang-orang Kristen, namun akhirnya bertobat setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus dalam perjalanan ke Damascus, dan kemudian menjadi Rasul Paulus yang dipakai secara luar biasa oleh Tuhan. Kemanakah dosa-dosa masa lalunya? Sudah diampuni dan sudah tidak diingat lagi oleh Tuhan. - Tuhan tidak bisa berhenti mencintai kita semuaSebelum kita mengenal Yesus, Ia sudah lebih dulu mengasihi kita - Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5 : 8). Masih ingatkah dengan kisah anak yang hilang? Alkitab memberikan sebuah bukti ekstrem yang teramat jelas bahwa Allah tidak bisa berhenti mengasihi manusia walaupun ada begitu banyak dosa yang diperbuatnya.
Rabu, 03 Desember 2014
Empat Hal Yang Tidak Bisa Dilakukan Oleh Tuhan
Judul di atas terdengar sangat aneh ya, bukannya Tuhan itu maha kuasa dan bisa melakukan segala hal, bahkan hal yang terkesan mustahil sekalipun bisa dilakukan oleh Tuhan lho, lalu apa yang tidak bisa dilakukan oleh Tuhan. Disini kita akan belajar bahwa ada setidaknya empat hal yang tidak bisa dilakukan oleh Tuhan, yaitu :
Senin, 01 Desember 2014
Kemalasan Dapat Mendatangkan Kemiskinan
Tuhan sangat membenci kemalasan, karena kemalasan dapat mendatangkan kemiskinan. Di dalam Alkitab terdapat banyak ayat yang menunjukkan bahwa sikap malas akan membuat orang menjadi serba kekurangan seperti pada Amsal 19 : 15, "Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar" dan Amsal 10 : 4, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya." Ini dapat kita lihat di dalam kehidupan sehari-hari, adakah kita bisa menemukan orang yang malas tetapi berhasil dalam hidupnya? saya rasa tentu mustahil bukan.
Seseorang yang malas biasanya suka sekali menunda-nunda dalam melakukan pekerjaan maupun tugasnya sehingga akhirnya pekerjaan itu terus menumpuk dan ia menjadi semakin malas untuk menyelesaikannya. Hal kemalasan juga berlaku di dalam hal hidup kerohanian kita, jika kita malas untuk berdoa dan bersekutu, membaca Firman Tuhan, malas ke gereja, dll. tentu iman kita akan menjadi "miskin" dan kemalasan seperti ini dapat juga dikategorikan sebagai suatu kejahatan. Matius 25 : 26, 30 - "Maka jawab tuannya itu: hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat dimana aku tidak menabur dan memungut dari tempat dimana aku tidak menanam?...Dan campakkkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Disana akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Lalu bagaimanakah caranya agar kita terhindar dari sikap yang malas? Jawabannya adalah kita harus melatih kedisiplinan hidup kita dan selalu berusaha lebih keras lagi, jangan suka menunda-nunda suatu pekerjaan supaya tidak semakin menumpuk, begitupun di dalam kehidupan rohani kita, mendisiplinkan diri untuk rutin berdoa dan membaca serta merenungkan Firman Tuhan akan membuat iman kita menjadi lebih "kaya" di hadapan Tuhan. Kemalasan dan kelambanan akan membawa kita pada kegagalan, dan sebaliknya sikap yang rajin dan disiplin akan membawa kita menjadi orang yang sukses.
Seseorang yang malas biasanya suka sekali menunda-nunda dalam melakukan pekerjaan maupun tugasnya sehingga akhirnya pekerjaan itu terus menumpuk dan ia menjadi semakin malas untuk menyelesaikannya. Hal kemalasan juga berlaku di dalam hal hidup kerohanian kita, jika kita malas untuk berdoa dan bersekutu, membaca Firman Tuhan, malas ke gereja, dll. tentu iman kita akan menjadi "miskin" dan kemalasan seperti ini dapat juga dikategorikan sebagai suatu kejahatan. Matius 25 : 26, 30 - "Maka jawab tuannya itu: hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat dimana aku tidak menabur dan memungut dari tempat dimana aku tidak menanam?...Dan campakkkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Disana akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Lalu bagaimanakah caranya agar kita terhindar dari sikap yang malas? Jawabannya adalah kita harus melatih kedisiplinan hidup kita dan selalu berusaha lebih keras lagi, jangan suka menunda-nunda suatu pekerjaan supaya tidak semakin menumpuk, begitupun di dalam kehidupan rohani kita, mendisiplinkan diri untuk rutin berdoa dan membaca serta merenungkan Firman Tuhan akan membuat iman kita menjadi lebih "kaya" di hadapan Tuhan. Kemalasan dan kelambanan akan membawa kita pada kegagalan, dan sebaliknya sikap yang rajin dan disiplin akan membawa kita menjadi orang yang sukses.
Cara Terbaik Memberikan Kesaksian Tentang Kebaikan Tuhan
Sebagai
orang kristen kita seringkali bersaksi tentang kebaikan dan pertolongan
Tuhan di dalam kehidupan kita, kita bisa bersaksi bahwa Tuhan telah menyelamatkan hidup kita dari bencana, bersaksi bahwa Tuhan memberkati kehidupan ekonomi kita, dan juga bersaksi tentang segala hal yang Tuhan perbuat dalam kehidupan kita. Kita bisa saja merangkai kata-kata yang
bagus dalam menyampaikan kesaksian kita, tapi tahukah kita bahwa sikap
hidup dan tindakan kita bisa lebih "berbicara" sebagai kesaksian tentang
kebaikan Tuhan dibandingkan dengan hanya sekedar untaian kata-kata yang
manis.
Tujuan dari sebuah kesaksian adalah menyatakan kebaikan atau pertolongan Tuhan dalam hidup kita kepada orang-orang di sekitar agar mereka yang mendengar, baik itu yang sudah percaya maupun yang belum mengenal Yesus bisa mengalami pertumbuhan iman dan percaya akan kuasa Tuhan yang masih terus terjadi pada masa sekarang ini. Namun yang terpenting dari sebuah kesaksian adalah "bukti nyata" yang tampak dalam kehidupan kita. Adalah aneh jika kita bersaksi bahwa hidup kita telah diselamatkan dan kita telah mengalami pemulihan, namun dalam kesehariannya hidup kita masih jauh dari kata benar. Orang-orang disekitar kita akan lebih percaya dengan "kondisi yang sesungguhnya terjadi" dibandingkan dengan kata-kata kesaksian kita yang begitu manis. Oleh karena itu, mari kita buat sikap hidup yang mencerminkan Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, agar dunia tahu bahwa orang yang percaya kepada Yesus memiliki sikap hidup yang menjadi terang bagi sekitarnya.
Matius 5:16, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Tujuan dari sebuah kesaksian adalah menyatakan kebaikan atau pertolongan Tuhan dalam hidup kita kepada orang-orang di sekitar agar mereka yang mendengar, baik itu yang sudah percaya maupun yang belum mengenal Yesus bisa mengalami pertumbuhan iman dan percaya akan kuasa Tuhan yang masih terus terjadi pada masa sekarang ini. Namun yang terpenting dari sebuah kesaksian adalah "bukti nyata" yang tampak dalam kehidupan kita. Adalah aneh jika kita bersaksi bahwa hidup kita telah diselamatkan dan kita telah mengalami pemulihan, namun dalam kesehariannya hidup kita masih jauh dari kata benar. Orang-orang disekitar kita akan lebih percaya dengan "kondisi yang sesungguhnya terjadi" dibandingkan dengan kata-kata kesaksian kita yang begitu manis. Oleh karena itu, mari kita buat sikap hidup yang mencerminkan Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, agar dunia tahu bahwa orang yang percaya kepada Yesus memiliki sikap hidup yang menjadi terang bagi sekitarnya.
Matius 5:16, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Langganan:
Postingan (Atom)

