Rabu, 04 Desember 2013

Lima Hal Yang Efektif Untuk Merusak Suatu Pernikahan (Part 1)

Bagi pasangan muda yang sedang jatuh cinta, maka suatu pernikahan dianggap sebagai puncak dari perwujudan cinta kasih mereka. Dengan pernikahan maka mereka menganggap bahwa pernikahan mereka akan berjalan mulus tanpa ada gangguan. Padahal yang namanya pernikahan tidaklah semudah dan sesimpel saat masih pacaran. Fakta yang terjadi adalah semua janji, cinta, dan impian selama masa pacaran akan banyak diuji saat semuanya telah masuk ke dalam jenjang pernikahan.

Dalam Roma 3 : 23 dikatakan, "Sebab semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Sebab itu, pria dan wanita juga memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa yang besar, dan menjadi kelemahan bagi mereka. Artinya, karena dosa, standar kemuliaan Allah yang sangat tinggi menjadi hilang dan rusak dalam kehidupan manusia. Ketika tabiat dosa masuk dalam kehidupan manusia, khususnya suami-istri, maka secara sadar maupun tidak sadar suami-istri bisa "menghancurkan pernikahan" mereka sendiri. It's just about the time that their marriage will explode. Karena itulah, saat ini kita akan melihat Lima Cara Efektif Menghancurkan Perkawinan. Efektif disini dalam artian "berbahaya" dan "don't do this at home". Tujuan dari pembelajaran disini adalah agar kita menjadi waspada dan terhindar dari api yang menghanguskan, dan mencegah kebakaran terjadi sehingga kita dapat membangun pernikahan dan keluarga yang harmonis dan kokoh. Yuk, mari kita lihat apa saja kelima cara efektif tersebut yang harus kita hindarkan.
  1. Jangan Lakukan Pekerjaan Rumah
    Pernikahan itu layaknya sebuah PR (Pekerjaan Rumah), kita harus mengerjakannya dirumah. Artinya, jika kita mau pernikahan kita berhasil, maka kita harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah kita. Kita harus serius mengerjakan komitmen, tanggung jawab dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di rumah, bukan diluar rumah.

    Keluarga Vs. Pekerjaan/Pelayanan - Mana yang lebih penting?

    Di dalam 1 Timotius 3 : 5, Rasul Paulus menegaskan, jikalau orang tidak tahu bagaimana mengepalai keluarganya, bagaimana ia dapat mengurus jemaat Allah?. Disini kita lihat bahwa Paulus ingin menegaskan bahwa keluarga jauh lebih penting dibanding dengan pelayanan. Namun sayangnya, kondisi yang terjadi saat ini keluarga bukanlah menjadi bagian yang paling penting dalam kehidupan manusia. Seringkali kita terlihat sibuk dalam pekerjaan maupun pelayanan namun kondisi intern dalam keluarga kita berantakan. Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah "Kualitas Pernikahan Kita Hanya Sebaik Kita Mengerjakan PR Kita". Tugas kita sebagai pasangan suami-istri adalah membangun rumah tangga kita sendiri, Tuhan hanya menolong dan mensupervisi kita. Oleh karena itu ada dua hal yang harus selalu kita camkan baik-baik yaitu untuk istrimu bisa tunduk kepadamu, kau perlu bekerja keras untuk itu, kerja keras untuk bisa menjadi suami yang dihargai istri, dan untuk suami bisa mengasihi istri dan rela berkorban baginya, maka istri juga harus bekerja keras untuk itu.
  2. Biarkan Saja Pola Komunikasi Yang Salah
    Maleakhi 2 : 14, "Oleh sebab Tuhan telah menjadi saksi antara engkau dan istri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan istri seperjanjianmu."

    Dari ayat ini kita belajar bahwa suami-istri disebut sebagai SEKUTU dan TEMAN SEPERJANJIAN. Untuk menggambarkan teman seperjanjian ini, dalam bahasa aslinya berarti sekumpulan alat musik yang dimainkan secara harmonis dan indah. Suami dan istri memiliki instrumen musiknya sendiri-sendiri, yang cara memainkannya juga sangat dipengaruhi oleh masa lalu dan latar belakang mereka, dan juga sifat bawaan yang unik. Lalu, bagaimana menyatukannya sehingga menjadi suatu harmoni yang indah? Caranya adalah dengan menjaga visi hidup yang sama dan merespon "bunyi" karakter pasangannya dan berusaha untuk mengimbanginya dengan positif, pada waktu yang tepat, tekanan yang tepat, dan pilihan nada yang tepat.

    Mengenal Perbedaan Demi Kebersamaan

    Mengenal perbedaan pasangan bukanlah untuk kemudian dipermasalahkan, tetapi untuk diterima sebagai bagian diri untuk melengkapinya agar menjadi sempurna. Komunikasi menjadi bahan baku utama suami istri untuk membangun hubungan dan membangun kepercayaan.

    Saat ini saya hanya membahas dua dari lima hal efektif untuk merusak pernikahan, pada artikel selanjutnya saya akan bahas yang tiga lagi, simak terus ya...dan jangan sampai lima hal ini menjadi penghalang bagi doa kepada Tuhan.

    Sumber : Khotbah Pdt. Larry Nathan Kurniadi, M.A. pada acara Aletheia Family Faithzone di GBI Aletheia Yogyakarta.

Selasa, 03 Desember 2013

Tuhan Adalah Sumber Dari Segala Berkat

Kita percaya jika Tuhan adalah sumber dari segala berkat maupun pertolongan yang ada, termasuk juga inisiatif untuk memberikan pengharapan juga datang dan berasal dari Tuhan, bagian kita sebagai manusia adalah merespon setiap sesuatu yang Tuhan berikan. Dalam beberapa ayat di Alkitab kita ketahui Tuhan Yesus seringkali menggunakan kata "Ayo" yang berarti suatu ajakan atau undangan kepada kita semua. Tuhan Yesus sangat mengerti tentang kebutuhan kita, dan Ia sangat mengerti jika kita sedang berada dalam keadaan kekurangan, karena itulah Tuhan memberikan semuanya itu kepada kita secara cuma-cuma alias gratis.
Banyak dari kita seringkali tidak mengerti akan rencana Tuhan dalam kehidupan kita, sehingga kita tidak tahu bagaimana cara untuk meraih berkat-berkat yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Seringkali kita kecewa kepada Tuhan tanpa kita mau koreksi dan instrospeksi diri kita sendiri, kebanyakan dari kita kemudian mencari pertolongan dan pengharapan diluar Tuhan. Padahal pertolongan dan pengharapan tersebut hanyalah bersifat semu atau sementara. Seringkali kita berpikir bahwa harta kekayaan, jabatan yang tinggi dan juga tingkat kecerdasan yang tinggi dapat mengatasi segala macam persoalan hidup kita, tetapi dengan jelas dan gamblang sekali Tuhan Yesus berkata, "...diluar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15 : 5b)

Yang harus selalu kita ingat adalah bahwa kekuatan kita ada batasnya, dan semua yang kita miliki seperti harta kekayaan, jabatan maupun kepandaian bisa habis lenyap dalam sekejap mata karena kita tinggal di bumi, seperti ada firman, "...di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” (Matius 6 : 19b). Tetapi dalam Tuhan kita akan mendapatkan berkat dan jaminan hidup yang tidak dimiliki orang-orang di luar Tuhan. Yesus sendiri berkata, ”Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10 : 10b).

Ada pun kunci yang harus kita perhatikan untuk dapat menikmati berkat-berkat dari Tuhan adalah:
  • Senantiasa dengar-dengaran akan firman Tuhan. (Yesaya 55 : 3). Kita harus mau melangkah untuk melakukan kehendak Tuhan dan hidup dalam ketaatan. ”Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15 : 7). 
  • Selalu mencari Tuhan dan  bersandar kepada-Nya (Yesaya 55 : 6). Kita harus bergaul akrab dengan Tuhan, serta mempercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya
  • Salurkan berkat yang Tuhan percayakan kepada kita. Tuhan juga menginginkan kita untuk bisa menjadi Channel of Blessing atau saluran berkat bagi orang lain di sekitar kita. percayalah bahwa Ia akan memberkati kita lebih lagi, karena Tuhan Yesus tidak pernah berhutang.



Apa pun yang kita perlukan, Tuhan pasti sanggup menyediakan,
asal kita mau mengerjakan bagian kita.

Senin, 02 Desember 2013

Telah Terbayar Lunas Oleh Segelas Susu

Kisah ini terjadi di suatu kota kecil, dimana di kota kecil tersebut hiduplah seorang anak laki-laki yang miskin. Ia hidup sebatangkara, saat itu sudah seharian ia tidak mendapatkan makanan dan tidak ada uang sepeserpun di dalam kantongnya. Karena terpepet dan sudah sangat kelaparan akhirnya ia memberanikan diri untuk mengetuk sebuah rumah untuk meminta makanan. Namun keberaniannya tiba-tiba lenyap tatkala seorang wanita muda membuka pintu rumah tersebut. Akhirnya ia urung meminta makanan dan hanya meminta segelas air untuk diminum.

Namun ternyata si wanita tersebut cukup jeli dan bisa melihat kondisi si anak laki-laki dan sudah bisa menebak bahwa ia kelaparan. Maka, ia segera masuk ke dalam dan akhirnya keluar dengan membawakan segelas besar susu. Si anak laki-laki dengan gugup bertanya "Berapa harga segelas susu ini?".

Si wanita muda menjawab, "Ibu saya mengajarkan, jangan meminta bayaran atas perbuatan baik yang kami lakukan."
"Saya mengucapkan terima kasih yang paling dalam atas kebaikanmu" balas si anak laki-laki itu setelah menghabiskan susu di dalam gelas tersebut.
 
Lalu semuanya berjalan seperti tidak pernah terjadi apapun, si wanita muda sudah melupakan apa yang terjadi hari itu. Dan belasan tahun telah berlalu dan si anak laki-laki tumbuh dewasa dan mengalami garis perjalanan hidup yang baik dan bekerja sebagai seorang dokter spesialis di suatu kota besar.

Wanita muda itu telah tumbuh menjadi seorang wanita dewasa, tetapi malang tak dapat ditolak, karena setelah didiagnosa ternyata ia memiliki suatu penyakit kronis. Semua dokter di kota kecil tersebut telah angkat tangan dan menyatakan tak sanggup hingga akhirnya ia dirujuk ke kota besar dimana terdapat dokter spesialis yang lebih berpengalaman.
Pada satu rumah sakit, terdapat seorang dokter spesialis yaitu Dokter Howard Kelly. Ia pun diminta untuk memeriksa si wanita tersebut. Saat sang dokter mendengar kota asal si wanita, ia merasakan suatu perasaan yang aneh yang datang dengan tiba-tiba. Dengan segera ia turun dari kantornya dan menemui wanita tersebut, dan saat keduanya bertemu maka seketika itu juga sang dokter mengenali bahwa wanita tersebut adalah orang yang telah memberinya segelas susu. Akhirnya proses penyembuhan dan perawatan segera dilakukan melalui proses yang panjang, hingga akhirnya si wanita berhasil disembuhkan dari penyakitnya. Saat hendak pulang, ia menerima amplop berisi kuitansi tagihan rumah sakit, wajahnya langsung pucat karena ia sadar bahwa biaya yang munul sudah pasti sangat besar dan ia merasa tidak akan sanggup untuk membayarnya meskipun harus dicicil seumur hidupnya sekalipun. Dengan tangan yang gemetar, ia membuka amplop tersebut, dan matanya langsung terbelalak saat membaca suatu catatan kecil di bagian pojok atas kertas tagihan tersebut.
 
Telah dibayar lunas dengan segelas susu …” Tertanda, dr. Howard Kelly.
(dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut. Cerita disadur dr buku pengalaman dr. Howard dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS)
Begitulah, dr Howard Kelly telah menunjukkan kasih melalui perbuatan nyata kepada orang yang telah berjasa dalam hidupnya
Jangan pernah ragu untuk berbuat baik dan jangan pernah mengharap balasan. Pada akhirnya, buah perbuatan akan selalu mengikuti kita.