Jujur aja nih, kemarin minggu pas mau pelayanan choir ibadah sore di GBI Aletheia kondisi suasana hati sedang tidak bagus. Awalnya memang sedang tidak mood dengan pelayanan ditambah lagi siangnya bertengkar sama istri saat diajari nyetir mobil tp suka ngeyel hehehe...Sempet kepikiran untuk tidak ikut pelayanan dulu, namun akhirnya sampai di rumah pukul 14.00 WIB istri langsung tidur siang dan saya merenung dan berdoa serta mohon ampun pada Tuhan untuk semua hal negatif yang telah saya pikirkan dan bahkan lakukan.
Sebelum berangkat ke gereja saya sempatkan untuk meminta maaf kepada istri karena telah bertengkar dengannya untuk hal yang sepele. Akhirnya sore kemarin saya dan istri bisa pelayanan choir dengan hati yang gembira dan penuh sucakita dalam memuji Tuhan. Tapi ada satu hal yang saya kelewatan dan kebetulan disinggung di dalam khotbah oleh Bapak Pdt. Hengky, yaitu mengenai persembahan perpuluhan. Karena terburu-buru, saya lupa untuk mempersiapkan perpuluhan untuk minggu ini, itu berarti minggu depan saya harus mempersiapkan perpuluhan saya untuk periode 2 minggu. Persembahan perpuluhan bagi saya sangat penting, karena apa yang saya terima saat ini semuanya semata-mata adalah karena berkat dari Tuhan dan wajib bagi saya untuk mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan. Tuhan ibaratnya adalah Investor yang menanamkan sahamnya pada hidup kita dan Ia berhak untuk menerima bagian-Nya. Jangan sekali-kali kita berbuat curang dengan "mencuri" apa yang seharusnya menjadi milik Tuhan. Dari 100% yang kita hasilkan, yang 90% boleh kita nikmati, sedangkan yang 10% harus kita kembalikan kepada Tuhan, dan yang harus kita ketahui adalah bahwa yang 10% tersebut ibaratnya seperti benih untuk kita tabur kembali sehingga di waktu yang akan datang kita masih bisa menuai. Tetapi jika 100%-nya kita habiskan semua, maka tidak ada lagi benih untuk ditabur dan tidak ada lagi masa menuai.
Hari minggu ini saya memang lupa, tapi saya berjanji untuk membayarnya pada minggu yang akan datang. Dan hebatnya saat kita baru berjanji saja, Tuhan sudah membukakan berkatnya secara luar biasa pada hari ini. Coba bayangkan jika saya taat setiap minggunya. Semoga ini bisa menjadi bahan perenungan bagi kita semua, bahwa perpuluhan bukanlah "persembahan sukarela" melainkan kewajiban kita kepada Tuhan sebagai "Investor" bagi hidup kita. Amin
Tampilkan postingan dengan label perpuluhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perpuluhan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Desember 2014
Rabu, 14 Mei 2014
Taat Perpuluhan Adalah Kunci Menuju Hidup Yang Semakin Diberkati Tuhan
Shalom sobat semua, pada kesempatan ini saya ingin bersaksi tentang kebaikan Tuhan dalam kehidupan saya, dan bagaimana Ia selalu menepati semua janji yang pernah disampaikan-Nya, dalam hal ini terutama tentang janji berkat bagi anak-anaknya yang setia memberikan perpuluhan. Maleakhi 3 : 10, "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan,
supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN
semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan".
Saya ingin berbagi pengalaman saya tentang perpuluhan ini dan baru saja terjadi minggu tanggal 11 Mei 2014 kemarin. Karena saya adalah pengusaha dan bukan karyawan yang gajian tiap bulan, maka saya lebih suka memberikan perpuluhan setiap minggu supaya tidak terlalu berat jika langsung satu bulan sekaligus. Puji Tuhan selama tahun 2014 ini saya belum pernah bolong dalam memberikan perpuluhan, dan Tuhan pun menjawab dengan memberkati usaha saya dengan sangat luar biasa karena sejak januari kemarin hingga april selalu meningkat dan selalu membukukan rekor baru dalam hal keuntungan usaha.
Nah, ceritanya minggu kemarin, televisi yang saya gunakan untuk memantau CCTV rusak dan sepertinya sudah minta diganti dengan yang baru (layar mengecil dan mati sendiri), dan istri sudah mengeluh meminta tambahan laptop baru untuk mendukung pekerjaan, dan saya baru kepingin punya home teater baru untuk hiburan di kamar, pokoknya keinginan dan kebutuhannya baru banyak, dan dari hari sabtu si iblis sudah bekerja dengan hebatnya untuk menggoda saya agar tidak perlu membayar perpuluhan, agar uangnya yang buat perpuluhan bisa dipakai buat beli kebutuhan dan keinginan diatas. Jujur saja, Tuhan memberkati saya dan keluarga dengan sangat melimpah sehingga perpuluhan saja bisa saya gunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan diatas. Biasanya pada minggu-minggu sebelumnya, saya bisa memberikan perpuluhan dengan ikhlas dan hati yang bersuka cita, namun pada minggu ini, jujur harus saya akui terasa begitu berat. Sepanjang hari sabtu hingga minggu pagi saya terus bergumul antara menuruti keinginan pribadi saya atau menaati perintah Tuhan.
Pada hari minggu pagi, saya dan keluarga beribadah di GBI Aletheia Yogyakarta dengan mengambil jam ibadah pukul 08.15 WIB, dan dengan bulat hati saya menguatkan iman bahwa saya harus belajar taat pada perintah Tuhan. Akhirnya uang yang sudah saya persiapkan, saya masukkan ke dalam amplop persembahan perpuluhan dan sebelum saya masukkan ke dalam kotak persembahan, saya berkata kepada Tuhan, "Saya ikhlas ya Tuhan, saya percaya uang ini akan lebih bermanfaat di gereja daripada buat keinginan pribadi saya, Amin". Plooong...itulah perasaaan yang saya alami, dan saya tidak pernah berharap Tuhan tiba-tiba memberkati saya sehingga saya bisa mendapatkan uang itu kembali segera.
Hari senin, tanggal 12 Mei 2014, kami mulai bekerja seperti biasa dengan membuka toko dan melayani pembeli. Tidak pernah saya duga jika hari itu juga Tuhan langsung memberkati saya dengan begitu luar biasa. Toko begitu ramai, dan ada sepasang suami istri yang datang membeli 34 lembar kasur busa tanpa nego ribet (padahal biasanya beli 1 lembar aja negonya terkadang sampe bikin pusing kepala hehehe...), dan keuntungan total penjualan di hari itu mencapai 3 kali lipat dari hari biasanya, dan juga lebih dari 3 kali lipat dari jumlah perpuluhan yang saya berikan minggu kemarin, wooww...dan itu merupakan rekor tertinggi keuntungan saya dalam satu hari selama saya berdagang. dan yang lebih menggembirakan lagi adalah ternyata TV saya yang rusak tiba-tiba normal kembali seolah-olah tidak pernah mengalami kerusakan, alhasil saya pun tidak perlu membeli TV baru. Puji Tuhan...:D. Saya hanya ingin berkata, jika kita taat dan setia maka Ia pun akan selalu menepati janji-Nya untuk memberkati kita dengan luar biasa. Amin..
Saya ingin berbagi pengalaman saya tentang perpuluhan ini dan baru saja terjadi minggu tanggal 11 Mei 2014 kemarin. Karena saya adalah pengusaha dan bukan karyawan yang gajian tiap bulan, maka saya lebih suka memberikan perpuluhan setiap minggu supaya tidak terlalu berat jika langsung satu bulan sekaligus. Puji Tuhan selama tahun 2014 ini saya belum pernah bolong dalam memberikan perpuluhan, dan Tuhan pun menjawab dengan memberkati usaha saya dengan sangat luar biasa karena sejak januari kemarin hingga april selalu meningkat dan selalu membukukan rekor baru dalam hal keuntungan usaha.
Nah, ceritanya minggu kemarin, televisi yang saya gunakan untuk memantau CCTV rusak dan sepertinya sudah minta diganti dengan yang baru (layar mengecil dan mati sendiri), dan istri sudah mengeluh meminta tambahan laptop baru untuk mendukung pekerjaan, dan saya baru kepingin punya home teater baru untuk hiburan di kamar, pokoknya keinginan dan kebutuhannya baru banyak, dan dari hari sabtu si iblis sudah bekerja dengan hebatnya untuk menggoda saya agar tidak perlu membayar perpuluhan, agar uangnya yang buat perpuluhan bisa dipakai buat beli kebutuhan dan keinginan diatas. Jujur saja, Tuhan memberkati saya dan keluarga dengan sangat melimpah sehingga perpuluhan saja bisa saya gunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan diatas. Biasanya pada minggu-minggu sebelumnya, saya bisa memberikan perpuluhan dengan ikhlas dan hati yang bersuka cita, namun pada minggu ini, jujur harus saya akui terasa begitu berat. Sepanjang hari sabtu hingga minggu pagi saya terus bergumul antara menuruti keinginan pribadi saya atau menaati perintah Tuhan.
Pada hari minggu pagi, saya dan keluarga beribadah di GBI Aletheia Yogyakarta dengan mengambil jam ibadah pukul 08.15 WIB, dan dengan bulat hati saya menguatkan iman bahwa saya harus belajar taat pada perintah Tuhan. Akhirnya uang yang sudah saya persiapkan, saya masukkan ke dalam amplop persembahan perpuluhan dan sebelum saya masukkan ke dalam kotak persembahan, saya berkata kepada Tuhan, "Saya ikhlas ya Tuhan, saya percaya uang ini akan lebih bermanfaat di gereja daripada buat keinginan pribadi saya, Amin". Plooong...itulah perasaaan yang saya alami, dan saya tidak pernah berharap Tuhan tiba-tiba memberkati saya sehingga saya bisa mendapatkan uang itu kembali segera.
Hari senin, tanggal 12 Mei 2014, kami mulai bekerja seperti biasa dengan membuka toko dan melayani pembeli. Tidak pernah saya duga jika hari itu juga Tuhan langsung memberkati saya dengan begitu luar biasa. Toko begitu ramai, dan ada sepasang suami istri yang datang membeli 34 lembar kasur busa tanpa nego ribet (padahal biasanya beli 1 lembar aja negonya terkadang sampe bikin pusing kepala hehehe...), dan keuntungan total penjualan di hari itu mencapai 3 kali lipat dari hari biasanya, dan juga lebih dari 3 kali lipat dari jumlah perpuluhan yang saya berikan minggu kemarin, wooww...dan itu merupakan rekor tertinggi keuntungan saya dalam satu hari selama saya berdagang. dan yang lebih menggembirakan lagi adalah ternyata TV saya yang rusak tiba-tiba normal kembali seolah-olah tidak pernah mengalami kerusakan, alhasil saya pun tidak perlu membeli TV baru. Puji Tuhan...:D. Saya hanya ingin berkata, jika kita taat dan setia maka Ia pun akan selalu menepati janji-Nya untuk memberkati kita dengan luar biasa. Amin..
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)