Tampilkan postingan dengan label keajaiban tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keajaiban tuhan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2013

Harga Untuk Sebuah Keajaiban

Kisah ini bercerita tentang sebuah keluarga yang memiliki 2 orang anak. Anak pertama adalah seorang perempuan bernama Sally, saat ini ia berumur 8 tahun. Sally memiliki seorang adik laki-laki bernama Georgi yang saat ini dalam keadaan menderita sakit yang sangat parah. Untuk mengobatinya dibutuhkan suatu operasi besar yang memakan biaya sangat mahal, sedangkan orang tuanya tidak memiliki uang sebanyak itu. Kemudian secara tidak sengaja, Sally mendengar pembicaran ayah dan ibunya yang mengatakan bahwa "Hanya sebuah Keajaiban yang bisa menyelamatkan hidup Georgi".

Mendengar hal itu dan tergerak oleh rasa sayang kepada adiknya, maka Sally segera membongkar celengannya dan berhasil mengumpulkan uang sebanyak satu dollar dan sebelas sen. Dengan membawa uang tersebut, Sally segera pergi ke sebuah apotik. Sesampainya disana, ia langsung disambut oleh sang apoteker dengan pertanyaan, "Ada yang bisa saya bantu adik kecil? Apa yang kau butuhkan?"
"Adik saya mengalami sakit keras, saya berniat untuk menolongnya dengan membeli sebuah keajaiban" jawab Sally.
"Apa?!" sang apoteker kebingungan akan pertanyaan Sally tersebut.
"Ayahku bilang kalau adikku bisa sembuh dari sakitnya jika ada keajaiban. Jadi saya ingin tahu berapa harganya?
"Tapi di apotek ini kami tidak menjual keajaiban, adik kecil" jawab apoteker tersebut masih dengan sedikit kebigungan.
"Tapi saya punya uang, dan saya akan membayarnya. Jadi tolongnya berikan saya keajaiban dan katakan saja berapa harganya"
Tiba-tiba seorang pria berpakaian rapi yang berdiri tidak jauh dari mereka dan mendengar percakapan tersebut dari awal mendekat dan kemudian bertanya kepada Sally
"Keajaiban seperti apa yang dibutuhkan oleh adikmu?'
"Saya tidak tahu", jawab Sally dengan ekspresi yang bingung dan air mata mulai mengalir di pipinya yang lembut.
"Yang saya tahu kalau adik saya sakit parah dan ayah saya mengatakan bahwa adik perlu dioperasi, tapi ayah tidak punya uang yang cukup untuk membayarnya, tapi saya punya uang ini"
“Berapa uang yang kamu punya?” tanya pria itu lagi.
“Satu dollar, sebelas sen” jawab Sally dengan yakin.
“Sungguh suatu kebetulan sekali”, kata pria itu sambil tersenyum, “Satu dollar dan sebelas sen adalah harga yang tepat untuk membeli keajaiban, yang dapat menolong adikmu!”
Pria itu kemudian mengambil uang Sally, dan memegang tangan Sally:
“Tolong antarkan saya kepada adikmu, saya mau bertemu dengannya dan orang tuamu”

Ternyata pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah yang sangat terkenal. Operasi dilakukan tanpa biaya sedikitpun dan tak butuh waktu yang lama buat Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Orang tuanya sangat bahagia. Sally tersenyum. Kasih kepada sesama yang ditunjukkan oleh Dr. Carlton Armstrong sungguh pantas untuk dijadikan teladan dalam kehidupan kita. Dan keyakinan Sally untuk mendapatkan keajaiban itu membuat kita tersadar bahwa keajaiban dan mujizat itu masih ada. Dia tahu pasti berapa harga keajaiban tersebut, Satu dollar dan sebelas sen! ditambah dengan keyakinan.

When u think that there’s no miracle, you’re wrong !
Keep your Faith and Keep praying!

Kamis, 21 November 2013

Tuhan Yesus Tidak Pernah Berhutang

Saya ingin menceritakan beberapa kejadian beberapa waktu yang lalu yang sungguh membuat saya takjub. Cerita dimulai pada tanggal 11 oktober 2013, saya mendapat pengumuman bahwa pada tanggal 14-15 Oktober 2013 sekolah anak saya diliburkan untuk memperingati hari raya Idul Adha. Saya sungguh senang sekali dan langsung bilang ke suami dan mengungkapkan keinginan saya untuk berlibur ke sebuah hotel di daerah kaliurang supaya kami bisa refreshing dan menikmati kenyamanan disana, namun suami saya menolak dengan alasan sayang uangnya untuk liburan ke hotel. Akan lebih baik dan bermanfaat bila uang tersebut dipakai untuk yang lain. Saya pun berpikir, benar juga dan saya pun tidak marah pada suami.

Pada Sabtu pagi 12 Oktober 2013 seperti biasa kami mengantar anak-anak ke sekolah. Setelah itu suami mengajak untuk belanja kebutuhan makanan bagi anak-anak panti asuhan. Siang harinya dia langsung mengantar makanan yang kami belanjakan tersebut itu ke panti asuhan. Kami memang senang berbagi buat mereka karena bagi kami, mereka juga sudah seperti anak-anak kami sendiri. Keajaiban terjadi, di hari Sabtu itu toko kami sangat ramai pembeli. Sampai-sampai toko baru tutup pukul 18.30, padahal biasanya kami tutup paling lama pukul 17.30. Penjualan kami di hari itu, sudah melebihi target harian penjualan, lebih dari 2x lipat. How great You're God. Sungguh Dasyat. Saya tetap heran dengan pekerjaanMu Tuhan...Thanks Jesus

Hari Minggu, seperti biasa kami sekeluarga beribadah di gereja GBI Aletheia dan pulangnya langsung piknik ke Kaliurang karena itu memang tempat favorit saya dan anak-anak karena selain murah juga anak-anak bisa bermain sepeda dengan bebas disana. Tapi sayangnya suami saya tidak begitu suka piknik disana, tapi puji Tuhan dia selalu berusaha menunjukkan bahwa dia ikut menikmati kebersamaan bersama keluarga, meski di tempat yang bukan favoritnya.

Senin, 14 Oktober 2013 sore, tiba-tiba ibu saya menelepon dan mengabarkan bahwa saudaranya dari Semarang yang sedianya mau liburan di Jogja tidak jadi datang karena sedang sakit masuk rumah sakit. Padahal saudaranya itu sudah memesan kamar di hotel Melia Purosani dan sudah lunas dibayar. Ibu meminta supaya kami sekeluarga menginap disana malam itu. Betapa kami surprise mendengar kabar itu. Kami akhirnya dapat liburan di hotel tanpa mengeluarkan biaya serupiahpun. Terutama anak-anak, mereka sangat bahagia menikmati fasilitas hotel. Kami sungguh mengucap syukur kepada Tuhan atas kebaikan-Nya. Dia tahu kalau kami ingin liburan di hotel dan Dia memberikannya bahkan dengan kelas kamar yang lebih dari yang kami harapkan. Dia benar-benar tidak mau berhutang kepada kami. Suatu cara yg membuat saya dan suami sangat takjub, sampe mau nangis (lebay ya, tapi bener lho...). Terimakasih Tuhan Yesus...

Hari Selasa. Suami saya mau ke toko Mirota dengan misi untuk membeli celana baru karena sekarang celananya banyak yang kedodoran akibat program dietnya sukses besar. Sampai disana, dia tidak jadi membeli karena lagi-lagi dengan alasan sayang uangnya. Tapi pada malam harinya sepulang dari komsel bersama teman-temannya di Ayam Wong Jowo (sebelah Paparon's Pizza), dia membeli 1 pizza untuk kami sekeluarga dan 2 pizza untuk anak-anak panti asuhan. Malam itu saya bangga kepada suami saya. Beli celana baru untuk dirinya sendiri, dia bilang sayang uangnya. Tp utk memberi kepada anak-anak panti asuhan, dia tidak perlu berpikir panjang. Kalau bukan Tuhan yang memberi hati seperti itu, siapa lagi? Terimakasih Tuhan sudah memberikan suami seperti itu. I love u so much, Dedy...Pada hari Rabu, toko kembali buka. Puji Tuhan, omzet penjualan sprei yang Tuhan berikan luar biasa lagi. Lebih tinggi dari hari Senin yg lalu. Sungguh luar biasa pemeliharaanNya. Itulah yang saya renungkan, sekalipun Tuhan tidak pernah berhutang pada kami.

Amsal 19:17 berkata: Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.Firman Tuhan itu Ya dan Amin. Dia tidak pernah menepati janjiNya.

Mazmur 37:25-26  berkata:  Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat. Kiranya catatan saya ini dapat menginspirasi bagi yang membacanya. Jadilah berkat bagi sesama kita. Begitu banyak orang2 di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Membantu tidak perlu menunggu kaya dulu. Saya pun dulu orang miskin, kesulitan ekonomi. Sampai-sampai saya pun pernah yang mengalami kelaparan dan hutang yang menumpuk. Kalau Tuhan sudah memberkati saya sekeluarga dengan melimpah, memulihkan kehidupan kami, Tuhan pun juga pasti bisa memberkati dan memulihkan kehidupanmu. Keajaiban Tuhan , masih terjadi.

Ingatlah kisah seorang janda miskin yang memberi persembahan hanya 2 peser, 1 duit. Namun Tuhan meninggikannya dengan mengatakan bahwa janda ini memberi lebih banyak daripada semua orang. Mengapa? Karena ia memberi bukan dari kelimpahannya, namun dari kekurangannya, semua yang ada padanya. Note: Kekayaan dan berkat yang Tuhan berikan, tetap boleh untuk kita nikmati. Tapi gunakan semua yang Tuhan beri itu untuk kemuliaan-Nya. Ada 2 lagu yang menginspirasi saya: 

- Kalau ku hidup, ku hidup bagiMu
- Berikan ku hati sperti hati Mu, yang penuh dengan belas kasihan

Segala kemuliaan bagi Tuhan. Tuhan memberkati kita semua ^o^